<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd='http://schemas.google.com/g/2005' xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853</id><updated>2011-04-21T12:45:30.628-07:00</updated><category term='Modal Kecil'/><title type='text'>Modal Bisnis | Kredit Modal | Teknik Memperoleh Modal</title><subtitle type='html'>Mendapatkan Modal bisnis banyak cara. Modal bisa dengan pinjaman bank atau secara patungan. Modal juga bisa dri tabungan pribadi</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default?max-results=100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>100</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-5129413576943503257</id><published>2008-06-30T00:56:00.001-07:00</published><updated>2008-06-30T00:56:18.018-07:00</updated><title type='text'>MENGENAL PRODUK SIMPANAN DI BANK</title><content type='html'>&lt;p style="text-align:center;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:5.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Dikutip dari&lt;/span&gt; &lt;span style="text-decoration:underline;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:purple"&gt;Tabloid NOVA No. 682/XIII&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Anda pasti pernah berurusan dengan bank. Tapi kalau saya tanya apakah ada di antara Anda yang tahu apa sih sebenarnya bank itu, saya yakin tidak semuanya bisa menjawab. Kalau belum tahu, kenapa Anda tetap mau membuka rekening dan menyimpan uang di sana? Tidak usah khawatir pembaca, saya sendiri sudah membuka rekening tabungan sendiri di bank sejak saya SMA, sekalipun saya sendiri juga tidak tahu apa yang dimaksud dengan bank (padahal orang tua saya dulu bekerja di bank).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Tulisan kali ini akan membahas sedikit tentang apa itu bank, dan apa saja produk-produk yang dijual oleh bank, terutama produk simpanannya. Bank adalah lembaga yang bisnis utamanya adalah menyimpan dan meminjam dana dari masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Sebagai contoh, kalau Anda menyimpan uang di bank (misalnya deposito), Anda mungkin akan mendapatkan suku bunga 10 persen per tahun. Pada gilirannya, bank akan meminjamkan uang itu ke masyarakat, dan pihak yang meminjam uang itu harus membayar bunga kepada bank yang lebih tinggi dari 10 persen. Selisih persentase itulah yang menjadi keuntungan bank. Itu baru keuntungan kotornya, lo. Pada kenyataannya, keuntungan yang didapat dari selisih itu masih harus dikurangi lagi untuk membayar biaya-biaya operasional si bank, seperti gaji pegawai dan biaya-biaya kantor yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Bank kerap disebut sebagai urat nadi kegiatan ekonomi suatu negara. Pada manusia misalnya, nadi adalah &amp;quot;saluran&amp;quot; yang bertugas mengantar zat-zat (yang terdapat dalam darah) dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Kalau pada manusia, kurang darah akan menyebabkan lesu, maka pada negara, kurang uang akan menyebabkan ekonomi negara menjadi lesu. Ini karena uang adalah darah yang menggerakkan perekonomian. Tidak ada bisnis yang akan buka kalau tidak ada uang. Anda pun tidak mau berbisnis kalau tidak ada iming-iming uangnya, kan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Karena itu, tidak berlebihan rasanya jika kita mengenal lebih jauh tentang produk-produk yang ada dalam bank. Dengan demikian kita bisa mendayagunakan produk-produk itu semaksimal mungkin sesuai dengan kebutuhan kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Tadi telah dikatakan, bahwa bisnis utama bank adalah sebagai lembaga penyimpanan uang dan peminjaman uang. Karena itu, produk perbankan dapat dibedakan menjadi dua: produk-produk simpanan dan produk-produk pinjaman. Tulisan kali ini akan membahas lebih dulu produk-produk simpanan di bank dan bagaimana memaksimalkan manfaatnya. Kelak mungkin bisa kita bahas produk-produk pinjaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;1. GIRO&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Rekening Giro adalah rekening yang uangnya bisa diambil setiap hari, di mana rekening ini dilengkapi fasilitas pembayaran dengan cek dan giro bilyet. Bila Anda bertransaksi dengan pihak lain, maka Anda bisa membayarnya dengan menggunakan cek atau giro bilyet. Cek adalah surat berharga di mana orang yang Anda beri cek ini bisa langsung menguangkannya di bank. Sedangkan giro bilyet adalah surat berharga di mana orang yang Anda beri giro tersebut tidak bisa menguangkan giro itu di bank, tapi harus disetorkan lebih dulu ke rekeningnya. Barulah setelah itu uang akan cair di dalam rekeningnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Rekening giro biasanya tidak memberikan bunga. Kalaupun ada bank yang memberikan bunga, maka bunga itu biasanya kecil dan sering disebut dengan istilah &amp;quot;jasa giro&amp;quot;. Pada saat ini, biasanya bank memberikan jasa giro maksimal sebesar 1 - 2 persen dari jumlah saldo (biasanya) terendah yang menjadi ketentuan minimal dalam sebulan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Minimal setoran untuk rekening giro berbeda-beda pada tiap bank. Tapi pada saat ini, jumlah setoran terkecil adalah Rp 250.000 (untuk rekening giro perorangan) dan Rp 500.000 (untuk rekening giro perusahaan).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Sebagai timbal balik atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan, maka hampir semua bank mengenakan biaya administrasi kepada nasabahnya yang langsung dipotong dari rekening gironya tiap bulan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Dengan memiliki rekening giro, setiap bulan Anda akan mendapatkan rekening koran (semacam laporan rutin) yang dikirimkan ke alamat Anda tiap bulan. Di dalam laporan tersebut tertulis kapan dan untuk apa saja serta berapa jumlah uang yang keluar masuk dalam rekening Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;2. TABUNGAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Tabungan adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya dapat dilakukan kapan saja. Hampir setiap orang merasa wajib memiliki tabungan di Bank. Tidak hanya di satu bank, tetapi juga di dua atau tiga bank sekaligus. Kenapa bisa begitu? Jawabannya adalah karena saat ini tabungan tidak saja digunakan sebagai sarana menyimpan uang saja, tetapi juga ditambah dengan fasilitas lain yang sebetulnya sudah agak diluar dari maksud menabung itu sendiri. Contohnya seperti fasilitas debet, fasilitas ATM, transfer, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Jadi kalau dilihat, tujuan seseorang dalam menabung di bank bisa dibagi menjadi dua. Pertama, karena ingin benar-benar menabung untuk bisa mengumpulkan sejumlah dana tertentu pada masa yang akan datang. Contohnya seperti menabung untuk bisa membeli kebutuhan tertentu. Kedua, hanya ingin menjadikan tabungan sebagai rekening penampungan, dan bukan untuk benar-benar menabung. Contohnya seperti rekening yang uangnya digunakan untuk membayar belanja bulanan. Nah, di sini fasilitas berupa Kartu ATM dan Kartu Debet baru benar-benar dipakai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Setoran awal adalah jumlah minimal yang harus disetorkan sebagai syarat pembukaan tabungan. Saldo minimal adalah jumlah minimal yang harus disisakan pada tabungan Anda. Setoran awal dan saldo minimal pada tabungan biasanya sama, misalnya jika setoran awal adalah Rp 25.000 maka saldo minimal juga Rp 25.000. Tapi komposisi antara keduanya bisa saja tidak sama tergantung peraturan di banknya. Begitu juga dengan jumlah setoran awal dan saldo minimal yang diminta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Periksalah kembali berapakah ketentuan saldo minimal di tabungan Anda, apakah bank Anda membolehkan nasabah tabungan melakukan penarikan sampai jumlah saldo di bawah minimum dan berapa denda yang dikenakan jika saldo sampai mencapai di bawah minimum? Sebaiknya pilihlah tabungan yang mensyaratkan saldo minimal paling kecil sehingga Anda bisa lebih leluasa melakukan penarikan dari tabungan Anda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Bunga tabungan diberikan bank agar dana yang tersimpan di tabungan dapat berkembang, sehingga nasabah semakin rajin menabung. Bunga tabungan biasanya dihitung tiap akhir bulan dari saldo ratarata harian pada bulan tersebut. Bunga tabungan bisa diberikan secara single rate. Artinya, berapa pun jumlah uang Anda di tabungan bunganya tetap sama. Bisa juga diberikan secara bertingkat. Artinya pada jumlah saldo yang berbeda, bunga yang diberikan tidak sama. Biasanya, semakin banyak saldo yang mengendap bunga yang diberikan semakin tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Sebagai timbal balik atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan, maka hampir semua Bank mengenakan biaya administrasi kepada nasabahnya yang langsung dipotong dari tabungannya tiap bulan. Tapi saat ini ada juga Bank yang tidak membebankan biaya administrasi pada tabungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Buku tabungan digunakan sebagai media pencatatan transaksi Anda. Buku tabungan biasanya juga harus dibawa saat akan melakukan penarikan tunai di kasir. Ada juga bank yang mengganti buku tabungan dengan rekening koran yang dikirimkan ke alamat Anda setiap bulan. Dalam laporan tersebut tertulis kapan dan untuk apa saja serta berapa jumlah uang yang keluar masuk dalam rekening Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;3. DEPOSITO&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saja. Sebagai contoh, kalau Anda menaruh uang Rp 1 juta pada deposito yang berjangka waktu 3 bulan, maka uang Rp 1 juta tersebut baru bisa Anda ambil setelah 3 bulan berlalu. Tentunya, Anda juga dijanjikan pemberian bunga tertentu yang bisa Anda nikmati pada saat deposito itu jatuh tempo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Bunga deposito biasanya lebih tinggi dibanding bunga tabungan. Ini karena uang Anda akan &amp;quot;dikunci&amp;quot; selama jangka waktu tertentu sehingga bank merasa perlu untuk menjanjikan suku bunga yang lebih tinggi dibanding suku bunga pada rekening tabungan yang uangnya bisa Anda tarik kapan saja. Inilah biasanya yang menjadi daya tarik utama deposito.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Tidak seperti tabungan yang dapat dibuka dengan setoran awal yang kecil. Minimal setoran untuk penempatan deposito lebih besar, besarnya pada tiap bank bervariasi, tapi saat ini yang paling minimal adalah sebesar Rp 500.000.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Keuntungan lainnya dari deposito adalah tidak dikenakannya biaya administrasi bulanan, karena jarangnya transaksi melalui rekening deposito. Walupun demikian pemotongan tetap ada yaitu sebesar pajak deposito yang diperhitungkan dari bunga deposito yang Anda dapatkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-5129413576943503257?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/5129413576943503257/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=5129413576943503257' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/5129413576943503257'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/5129413576943503257'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/mengenal-produk-simpanan-di-bank_30.html' title='MENGENAL PRODUK SIMPANAN DI BANK'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-1680580167734135005</id><published>2008-06-30T00:55:00.001-07:00</published><updated>2008-06-30T00:55:21.474-07:00</updated><title type='text'>MENGENAL PRODUK SIMPANAN DI BANK</title><content type='html'>&lt;p style="text-align:center;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:5.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Dikutip dari&lt;/span&gt; &lt;span style="text-decoration:underline;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:purple"&gt;Tabloid NOVA No. 682/XIII&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Anda pasti pernah berurusan dengan bank. Tapi kalau saya tanya apakah ada di antara Anda yang tahu apa sih sebenarnya bank itu, saya yakin tidak semuanya bisa menjawab. Kalau belum tahu, kenapa Anda tetap mau membuka rekening dan menyimpan uang di sana? Tidak usah khawatir pembaca, saya sendiri sudah membuka rekening tabungan sendiri di bank sejak saya SMA, sekalipun saya sendiri juga tidak tahu apa yang dimaksud dengan bank (padahal orang tua saya dulu bekerja di bank).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Tulisan kali ini akan membahas sedikit tentang apa itu bank, dan apa saja produk-produk yang dijual oleh bank, terutama produk simpanannya. Bank adalah lembaga yang bisnis utamanya adalah menyimpan dan meminjam dana dari masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Sebagai contoh, kalau Anda menyimpan uang di bank (misalnya deposito), Anda mungkin akan mendapatkan suku bunga 10 persen per tahun. Pada gilirannya, bank akan meminjamkan uang itu ke masyarakat, dan pihak yang meminjam uang itu harus membayar bunga kepada bank yang lebih tinggi dari 10 persen. Selisih persentase itulah yang menjadi keuntungan bank. Itu baru keuntungan kotornya, lo. Pada kenyataannya, keuntungan yang didapat dari selisih itu masih harus dikurangi lagi untuk membayar biaya-biaya operasional si bank, seperti gaji pegawai dan biaya-biaya kantor yang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Bank kerap disebut sebagai urat nadi kegiatan ekonomi suatu negara. Pada manusia misalnya, nadi adalah &amp;quot;saluran&amp;quot; yang bertugas mengantar zat-zat (yang terdapat dalam darah) dari satu bagian tubuh ke bagian tubuh yang lain. Kalau pada manusia, kurang darah akan menyebabkan lesu, maka pada negara, kurang uang akan menyebabkan ekonomi negara menjadi lesu. Ini karena uang adalah darah yang menggerakkan perekonomian. Tidak ada bisnis yang akan buka kalau tidak ada uang. Anda pun tidak mau berbisnis kalau tidak ada iming-iming uangnya, kan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Karena itu, tidak berlebihan rasanya jika kita mengenal lebih jauh tentang produk-produk yang ada dalam bank. Dengan demikian kita bisa mendayagunakan produk-produk itu semaksimal mungkin sesuai dengan kebutuhan kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Tadi telah dikatakan, bahwa bisnis utama bank adalah sebagai lembaga penyimpanan uang dan peminjaman uang. Karena itu, produk perbankan dapat dibedakan menjadi dua: produk-produk simpanan dan produk-produk pinjaman. Tulisan kali ini akan membahas lebih dulu produk-produk simpanan di bank dan bagaimana memaksimalkan manfaatnya. Kelak mungkin bisa kita bahas produk-produk pinjaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;1. GIRO&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Rekening Giro adalah rekening yang uangnya bisa diambil setiap hari, di mana rekening ini dilengkapi fasilitas pembayaran dengan cek dan giro bilyet. Bila Anda bertransaksi dengan pihak lain, maka Anda bisa membayarnya dengan menggunakan cek atau giro bilyet. Cek adalah surat berharga di mana orang yang Anda beri cek ini bisa langsung menguangkannya di bank. Sedangkan giro bilyet adalah surat berharga di mana orang yang Anda beri giro tersebut tidak bisa menguangkan giro itu di bank, tapi harus disetorkan lebih dulu ke rekeningnya. Barulah setelah itu uang akan cair di dalam rekeningnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Rekening giro biasanya tidak memberikan bunga. Kalaupun ada bank yang memberikan bunga, maka bunga itu biasanya kecil dan sering disebut dengan istilah &amp;quot;jasa giro&amp;quot;. Pada saat ini, biasanya bank memberikan jasa giro maksimal sebesar 1 - 2 persen dari jumlah saldo (biasanya) terendah yang menjadi ketentuan minimal dalam sebulan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Minimal setoran untuk rekening giro berbeda-beda pada tiap bank. Tapi pada saat ini, jumlah setoran terkecil adalah Rp 250.000 (untuk rekening giro perorangan) dan Rp 500.000 (untuk rekening giro perusahaan).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Sebagai timbal balik atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan, maka hampir semua bank mengenakan biaya administrasi kepada nasabahnya yang langsung dipotong dari rekening gironya tiap bulan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Dengan memiliki rekening giro, setiap bulan Anda akan mendapatkan rekening koran (semacam laporan rutin) yang dikirimkan ke alamat Anda tiap bulan. Di dalam laporan tersebut tertulis kapan dan untuk apa saja serta berapa jumlah uang yang keluar masuk dalam rekening Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;2. TABUNGAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Tabungan adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya dapat dilakukan kapan saja. Hampir setiap orang merasa wajib memiliki tabungan di Bank. Tidak hanya di satu bank, tetapi juga di dua atau tiga bank sekaligus. Kenapa bisa begitu? Jawabannya adalah karena saat ini tabungan tidak saja digunakan sebagai sarana menyimpan uang saja, tetapi juga ditambah dengan fasilitas lain yang sebetulnya sudah agak diluar dari maksud menabung itu sendiri. Contohnya seperti fasilitas debet, fasilitas ATM, transfer, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Jadi kalau dilihat, tujuan seseorang dalam menabung di bank bisa dibagi menjadi dua. Pertama, karena ingin benar-benar menabung untuk bisa mengumpulkan sejumlah dana tertentu pada masa yang akan datang. Contohnya seperti menabung untuk bisa membeli kebutuhan tertentu. Kedua, hanya ingin menjadikan tabungan sebagai rekening penampungan, dan bukan untuk benar-benar menabung. Contohnya seperti rekening yang uangnya digunakan untuk membayar belanja bulanan. Nah, di sini fasilitas berupa Kartu ATM dan Kartu Debet baru benar-benar dipakai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Setoran awal adalah jumlah minimal yang harus disetorkan sebagai syarat pembukaan tabungan. Saldo minimal adalah jumlah minimal yang harus disisakan pada tabungan Anda. Setoran awal dan saldo minimal pada tabungan biasanya sama, misalnya jika setoran awal adalah Rp 25.000 maka saldo minimal juga Rp 25.000. Tapi komposisi antara keduanya bisa saja tidak sama tergantung peraturan di banknya. Begitu juga dengan jumlah setoran awal dan saldo minimal yang diminta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Periksalah kembali berapakah ketentuan saldo minimal di tabungan Anda, apakah bank Anda membolehkan nasabah tabungan melakukan penarikan sampai jumlah saldo di bawah minimum dan berapa denda yang dikenakan jika saldo sampai mencapai di bawah minimum? Sebaiknya pilihlah tabungan yang mensyaratkan saldo minimal paling kecil sehingga Anda bisa lebih leluasa melakukan penarikan dari tabungan Anda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Bunga tabungan diberikan bank agar dana yang tersimpan di tabungan dapat berkembang, sehingga nasabah semakin rajin menabung. Bunga tabungan biasanya dihitung tiap akhir bulan dari saldo ratarata harian pada bulan tersebut. Bunga tabungan bisa diberikan secara single rate. Artinya, berapa pun jumlah uang Anda di tabungan bunganya tetap sama. Bisa juga diberikan secara bertingkat. Artinya pada jumlah saldo yang berbeda, bunga yang diberikan tidak sama. Biasanya, semakin banyak saldo yang mengendap bunga yang diberikan semakin tinggi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Sebagai timbal balik atas pelayanan dan fasilitas yang diberikan, maka hampir semua Bank mengenakan biaya administrasi kepada nasabahnya yang langsung dipotong dari tabungannya tiap bulan. Tapi saat ini ada juga Bank yang tidak membebankan biaya administrasi pada tabungan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Buku tabungan digunakan sebagai media pencatatan transaksi Anda. Buku tabungan biasanya juga harus dibawa saat akan melakukan penarikan tunai di kasir. Ada juga bank yang mengganti buku tabungan dengan rekening koran yang dikirimkan ke alamat Anda setiap bulan. Dalam laporan tersebut tertulis kapan dan untuk apa saja serta berapa jumlah uang yang keluar masuk dalam rekening Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;3. DEPOSITO&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Deposito adalah produk simpanan di bank yang penyetoran maupun penarikannya hanya dapat dilakukan pada waktu tertentu saja. Sebagai contoh, kalau Anda menaruh uang Rp 1 juta pada deposito yang berjangka waktu 3 bulan, maka uang Rp 1 juta tersebut baru bisa Anda ambil setelah 3 bulan berlalu. Tentunya, Anda juga dijanjikan pemberian bunga tertentu yang bisa Anda nikmati pada saat deposito itu jatuh tempo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Bunga deposito biasanya lebih tinggi dibanding bunga tabungan. Ini karena uang Anda akan &amp;quot;dikunci&amp;quot; selama jangka waktu tertentu sehingga bank merasa perlu untuk menjanjikan suku bunga yang lebih tinggi dibanding suku bunga pada rekening tabungan yang uangnya bisa Anda tarik kapan saja. Inilah biasanya yang menjadi daya tarik utama deposito.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Tidak seperti tabungan yang dapat dibuka dengan setoran awal yang kecil. Minimal setoran untuk penempatan deposito lebih besar, besarnya pada tiap bank bervariasi, tapi saat ini yang paling minimal adalah sebesar Rp 500.000.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Keuntungan lainnya dari deposito adalah tidak dikenakannya biaya administrasi bulanan, karena jarangnya transaksi melalui rekening deposito. Walupun demikian pemotongan tetap ada yaitu sebesar pajak deposito yang diperhitungkan dari bunga deposito yang Anda dapatkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-1680580167734135005?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/1680580167734135005/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=1680580167734135005' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/1680580167734135005'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/1680580167734135005'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/mengenal-produk-simpanan-di-bank.html' title='MENGENAL PRODUK SIMPANAN DI BANK'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-1764672815476015886</id><published>2008-06-30T00:54:00.011-07:00</published><updated>2008-06-30T00:54:52.828-07:00</updated><title type='text'>Sistem Baru Kredit Motor</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;Baru-baru ini salah seorang anggota milis Dunia Wirausaha bercerita tentang sebuah sistem baru pembelian motor di lingkungan kantornya.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;Misalnya, untuk satu unit motor merk X, hanya perlu membayar DP Rp. 5,000,000,- plus biaya administrasi Rp. 700,000,- untuk bisa memiliki motor baru tersebut. [biasanya motor diterima dua minggu dari penyerahan DP].&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;Selanjutnya, dua tahun kemudian, pembeli diwajibkan melunasi sisanya sebesar Rp. 8,500,000 pas, bila tidak dibayar maka motor ditarik kembali.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;Jadi total harga motor = 5 jt + 700 rb + 8,5 jt = Rp 14.200.000, dimana harga ini sama dengan harga beli motor secara tunai.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;Apabila sistem ini dibandingkan dengan kredit yang menggunakan jasa leasing selisihnya sekitar Rp 3.000.000-an.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;Sistem ini cukup menimbulkan pertanyaan baru seperti bagaimana perhitungan keuntungannya? Jawaban yang masuk pun beragam.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;Ada yang mengatakan kemungkinan yang bisa melakukan system ini adalah koperasi pegawai dimana koperasi hanya mengambil untung Rp. 700,000,- untuk biaya administrasi. Kemungkinan yang lain adalah si penjual memang telah mendapatkan harga miring (potongan harga) langsung dari dealer dan dibayar menggunakan invoice.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;Yang lain beranggapan sistem ini cukup menguntungkan bagi penjual karena selisih untuk biaya administrasi ini bisa tertutup oleh biaya bunga bank dan deposito. Ada yang memperkirakan perhitungan keuntungan dari sistem tersebut menggunakan setoran awal customer untuk perputaran modal pada perusahaan mereka, hal yang cukup beresiko sebetulnya bagi para customer, apalagi bila hal ini ditawarkan oleh usaha perorangan dan bukan kenalan dekat.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;Salah satu anggota milis Dunia Wirausaha yang lain juga punya cerita yang hampir sama, sayangnya berakhir kurang baik. Yaitu sebuah koperasi yang juga menawarkan hal yang sama dan berjalan lancar selama setahun. Tidak lama, pihak dealer menarik semua sepeda motor karena belum melunasi cicilannya. Tentu saja, para customer bingung karena mereka selama ini membayar cicilan tidak pernah menunggak ke koperasi tapi sepeda motor tetap ditarik dealer dengan alasan belum bayar cicilan selama dua-tiga bulan terakhir. Ternyata, koperasi tersebut yang tidak membayarkan cicilan ke dealer selama ini.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:#CC6300"&gt;&amp;quot;You work this business twice. First between your ears, then between your hours. And all that happens between your hours is nothing more than a phtotgraph of what is between your ears. &amp;quot;--David&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-1764672815476015886?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/1764672815476015886/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=1764672815476015886' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/1764672815476015886'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/1764672815476015886'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/sistem-baru-kredit-motor.html' title='Sistem Baru Kredit Motor'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-489682335993785327</id><published>2008-06-30T00:54:00.009-07:00</published><updated>2008-06-30T00:54:52.391-07:00</updated><title type='text'>Usaha dengan Modal Kecil, Mungkinkah?</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;Memiliki sebuah usaha atau bisnis sendiri rasanya adalah imipian banyak orang saat ini. Namun, betulkah untuk memiliki sebuah usaha diperlukan modal yang besar? Pasti banyak yang akan menjawab, tergantung jenis usahanya. Lalu seberapa besarkah modal yang dianggap besar tersebut? Ini pun merupakan sebuah pertanyaan yang jawabannya bisa beragam.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;Salah seorang anggota Milis Dunia Wirausaha melemparkan sebuah pertanyaan ke forum beberapa waktu yang lalu. Pertanyaannya adalah &amp;quot;Usaha apa yg bisa dimulai dengan modal lima juta rupiah?&amp;quot;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;Ternyata pertanyaan ini ditanggapi oleh beberapa anggota milis dengan sikap yang berbeda. Ada yang menyarankan M.LM. Jenis usaha yang punya tantangan tersendiri terutama dalam memilah-milah mana M.LM yang &amp;quot;benar&amp;quot; dan mana yang sekedar money game dengan iming-iming tawaran income yang cepat dan besar.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;Beberapa orang menyarankan usaha franchise skala kecil seperti yang saat ini ditawarkan oleh sebuah merek bahan makanan terkenal, Bogasari.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;Saat ini Bogasari telah menawarkan berbagai jenis waralaba seperti kios jualan hambuger, mie, dll. Modalnya bervariasi tentunya, mulai dari delapan setengah juta keatas, dengan berbagai kemudahan kredit.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;Fresh Corn dan Burger Edam pun sempat menjadi usulan jenis usaha -- yang memerlukan pemikiran tempat yang strategis agar prospeknya bagus.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;Ada pula yang menyarankan berjualan kue-kue basah ke kantor-&lt;span style="color:windowtext"&gt;kantor karena biasanya para pekerja kantoran ini tidak sempat sarapan di rumah. Syaratnya, jualannya harus pagi hari dan pilih kantor yang ada di ruko atau gedung-gedung kecil, karena biasanya administrasi akan lebih sulit untuk dapat berjualan di gedung-gedung perkantoran yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Selain menjual makanan sarapan pagi, berjualan (atau menerima pesanan) makanan kecil menjelang akhir pekan ternyata menjadi salah satu masukan berharga lainnya. Misalnya mpek-mpek, brownies, makaroni panggang -- cocok sebagai pelengkap akhir pekan para pekerja kantoran atau ibu-ibu kantoran yang tidak sempat memasak. Disarankan untuk memberikan penawaran harga dan sample terlebih dulu, hari Rabu diharapkan pesanan sudah mulai masuk dan pada hari Jum'at makanan yang dipesan pun tinggal diantar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Diantara reaksi positif ternyata ada pula yang cenderung negatif dengan mengatakan bahwa dengan modal tersebut, kita tidak bisa terlalu berharap banyak. Betulkah?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Ternyata banyak yang tidak sependapat. Kesimpulan dari beberapa masukan anggota Milis Dunia Wirausaha menyebutkan bahwa modal utama dalam membuka usaha adalah kemauan dan kerja keras. Justru, jangan berharap terlalu banyak dari usaha tersebut tanpa kedua hal ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Namun adakah usaha yang betul-betul tidak memerlukan modal?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Rasanya memang tanpa modal (uang) tidak mungkin bisa memulai usaha. Tetapi ada lagi sebuah masukan yang muncul saat diskusi ini berlangsung, tentang pendapat (atau ajaran) seseorang bahwa teori ini tidak berlaku bagi orang-orang yang 'nekat.'&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Beberapa tips diberikan untuk bisa memulai usaha dengan modal relatif kecil, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;-Tabunglah keuntungan yang kecil itu untuk menambah modal, agar usaha sedikit demi sedikit menjadi lebih besar. Setelah usahanya nampak propektif, pasti akan dilirik oleh investor ataupun perbankan untuk menawarkan pinjaman modal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;-Membuat proposal tentang rencana usaha yang akan digeluti, sebagai alat yang bisa dipakai untuk meyakinkan orang lain yang mempunyai modal. Mungkin teman, pelanggan atau yang lain sebagai sumber permodalan yang bukan dari lembaga keuangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;-Hal ini penting, karena tidak semua permodalan dapat diperoleh dari perbankan bila kita akan memulai usaha. Ada juga orang yang memulai usahanya dengan modal dari orang lain, bisa dengan pola bagi hasil atau kerja sama dalam bentuk lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;-Dengan kreatifitas, yang belum tentu orang lain bisa melakukannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Selamat mencoba dan jangan mudah berputus asa!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-489682335993785327?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/489682335993785327/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=489682335993785327' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/489682335993785327'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/489682335993785327'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/usaha-dengan-modal-kecil-mungkinkah_30.html' title='Usaha dengan Modal Kecil, Mungkinkah?'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-8439727351266388499</id><published>2008-06-30T00:54:00.007-07:00</published><updated>2008-06-30T00:54:47.836-07:00</updated><title type='text'>PERSYARATAN MENGAJUKAN KREDIT DI BANK</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial; color:black"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Dikutip dari&lt;/span&gt; &lt;span style="text-decoration:underline;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:purple"&gt;Tabloid NOVA No. 685/XIV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Pada nomor yang lalu, kita telah berkenalan sekilas dengan produk kredit di bank. Sekarang, kita akan berbicara tentang bagaimana syarat-syarat mengajukan kredit di bank. Seperti layaknya saat akan membuka tabungan di bank, Anda akan diminta menyerahkan kopi identitas diri seperti KTP, SIM, atau paspor. Anda juga diminta mengisi formulir pembukaan tabungan yang berisi datadata pribadi diri Anda. Tujuannya agar Bank memiliki informasi yang benar, sehingga dapat mengidentifikasi diri Anda sebagai orang yang sah dan berhak melakukan transaksi dari rekening Anda.&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Arial"&gt;Itu kalau Anda mau menabung di bank. Sekarang bagaimana jika Anda mau meminjam uang dari bank? Di sini, bank sebagai pihak yang meminjamkan dana disebut kreditur dan pihak yang meminjam dana dari bank disebut debitur.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Persyaratan mengajukan pinjaman di bank tidaklah serumit yang diperkirakan orang. Bahkan syaratnya sebetulnya cukup mudah. Namun tentunya, ada lebih banyak data yang harus dilengkapi daripada kalau Anda membuka tabungan. Hal ini wajar saja. Jangankan bank. Anda sendiripun tentunya akan berhatihati dan tidak mau meminjamkan uang begitu saja kepada sembarang orang jika tidak yakin bahwa uang Anda akan kembali. Lain halnya kalau Anda memberikannya sebagai sumbangan atau hadiah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Nah, untuk menilai apakah si calon debitur layak diberikan kredit, maka bank harus mendapatkan informasi yang benar dan akurat, seperti karakter si debitur, dana yang dimilikinya saat ini, pengaruh kondisi ekonomi saat ini terhadap penghasilan debitur, jaminan yang diajukan, dan masih banyak lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Kurang lebih sama seperti Anda, bank pun dalam menerima proposal pengajuan kredit yang masuk melaksanakan prinsip kehatian-hatian dalam meminjamkan uangnya. Hal ini memang disyaratkan oleh undangundang yang mengatur mengenai perbankan di Indonesia, bahkan di seluruh dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Ingatlah bahwa dari setiap sen yang disalurkan lagi ke masyarakat oleh bank adalah milik masyarakat juga. Untuk tiap dana nasabah yang disimpan di bank, bank berjanji akan mengembalikannya kepada nasabah setiap saat berikut bunganya. Karena itu bank selalu melakukan berbagai macam analisa kredit untuk menilai kelayakan kredit yang akan diberikan kepada calon nasabahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Siapa pun dapat mengajukan kredit ke bank asalkan memenuhi syarat. Pada umumnya, bank membagi debiturnya ke dalam dua golongan besar,yaitu debitur perorangan dan debitur perusahaan (sekali lagi, debitur adalah pihak yang meminjam uang dari bank).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Berikut ini adalah persyaratan yang diminta bank dari masing-masing golongan debiturnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;DEBITUR PERORANGAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Debitur perorangan terdiri dari berbagai macam latar belakang profesi. Bisa dokter, artis, pegawai negeri, perancang busana, arsitek, karyawan swasta, pedagang, dan lain sebagainya. Tiaptiap profesi mempunyai ciri khasnya sendiri yang oleh bank dibedakan lagi menjadi tiga golongan, yaitu wirausahawan, karyawan, dan profesional.&lt;/span&gt; &lt;span style='font-family:Arial;mso-bidi-font-family:"Times New Roman"'&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Persyaratan yang diminta untuk masing masing debitur perorangan tersebut pada umumnya adalah sama seperti :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;1. Kopi identitas diri (KTP , SIM, atau paspor)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;2. Kopi akte nikah (bagi yang sudah menikah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Bank meminta salinan akte nikah bagi debitur yang sudah menikah adalah untuk mengetahui apakah harta yang dijaminkan merupakan harta bersama suami-istri atau bukan, sehingga baik istri atau suami debitur dapat dimintai persetujuannya dan turut bertanggung jawab terhadap harta yang dijaminkan ke bank berikut sejumlah hutangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;3. Kopi kartu keluarga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Sama seperti nomor 2 di atas dan juga untuk mengetahui apakah calon debitur juga menanggung biaya hidup oang lain selain dirinya sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;4. Kopi rekekening koran/rekening giro atau kopi buku tabungan di bank manapun antara 6 s/d 3 bulan terakhir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Data ini diperlukan Bank untuk melakukan analisa keuangan calon debiturnya, sehingga dapat diukur seberapa besar penghasilan debitur yang dapat disisihkan untuk membayar angsuran pinjaman tiap bulannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;5. Kopi slip gaji dan surat keterangan bekerja dari perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Syarat ini hanya diberlakukan untuk calon debitur yang bekerja di suatu perusahaan, pemerintah maupun swasta. Tujuannya untuk memastikan bahwa calon debitur memang bekerja di situ dan memiliki penghasilan tetap setiap bulannya.&lt;/span&gt; &lt;span style='font-family:Arial;mso-bidi-font-family: "Times New Roman"'&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style='font-family:Arial;mso-bidi-font-family: "Times New Roman"'&gt;DEBITUR BADAN USAHA/PERUSAHAAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Debitur yang berbentuk perusahaan meliputi bentuk badan usaha seperti CV, PT, firma, dan lain-lain. Persyaratan yang diminta antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:0cm;mso-list:l0 level1 lfo1;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:Arial;mso-fareast-font-family:Arial"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;1. Kopi&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size:11.0pt;mso-bidi-font-size:12.0pt; font-family:Arial"&gt;identitas diri dari para pengurus perusahaan (direktur &amp;amp; komisaris)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:0cm;mso-list:l0 level1 lfo1;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:Arial;mso-fareast-font-family:Arial"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:Arial"&gt;2. Kopi NPWP (Nomor Pokok wajib pajak)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:0cm;mso-list:l0 level1 lfo1;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:Arial;mso-fareast-font-family:Arial"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:Arial"&gt;3. Kopi SIUP (Surat Ijin Usaha Perdagangan )&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:0cm;mso-list:l0 level1 lfo1;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:Arial;mso-fareast-font-family:Arial"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:Arial"&gt;4. Kopi Akte Pendirian Perusahaan dari Notaris&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:0cm;mso-list:l0 level1 lfo1;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial; mso-fareast-font-family:Arial"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="font-size:11.0pt; mso-bidi-font-size:12.0pt;font-family:Arial"&gt;5. Kopi TDP (&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Tanda Daftar Perusahaan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Poin nomor 1 s/d 5 akan digunakan oleh bank untuk memeriksa keabsahan / legalitas antara apa yang tercantum di akte pendirian dengan bidang usahanya, segala surat perizinannya dan kewajiban pajaknya terhadap negara.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;6. Kopi rekening koran/giro atau buku tabungan di bank manapun selama 6 s/d 3 bulan terakhir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;7. Data keuangan lainnya, seperti neraca keuangan, laporan rugi laba, catatan penjualan &amp;amp; pembelian harian, dan data pembukuan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Poin nomor 6 dan 7 digunakan Bank untuk melakukan berbagai analisa keuangan terhadap calon debiturnya. Kesanggupan debitur dalam membayar kembali hutangnya akan dianalisa dari berbagai sisi, seperti: kesanggupan dalam membayar kembali hutang jangka pendeknya, kemampuan dan efektivitas manajemen dalam mengelola sumbersumber yang dimilikinya, kemampuan dalam mencetak laba, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;JAMINAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Saat mengajukan kredit ke bank , biasanya Anda akan diminta untuk menjaminkan salah satu harta yang Anda miliki kepada bank sehingga apabila Anda tidak mampu mengembalikan pinjaman tersebut, bank akan menyita harta yang Anda jaminkan tersebut sebagai ganti uang yang Anda pinjam. Tentunya nilai barang jaminan itu harus lebih besar atau minimal harus sama dengan nilai uang yang Anda pinjam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Jaminan yang diminta oleh Bank untuk Kredit Pemilikan Rumah biasanya adalah rumah yang akan dibeli tersebut. Pada Kredit Pemilikan Mobil, maka mobil yang akan dibeli itulah yang biasa dijadikan jaminannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Sedangkan untuk Kredit Usaha dan Kredit Serba Guna, jaminan yang diminta biasanya lebih bervariasi seperti tanah, rumah tinggal, ruko, apartemen, kendaraan, pabrik dan lain -lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Untuk menilai apakah jaminan yang diajukan layak untuk dijaminkan maka Bank akan menilai kembali jaminan yang diajukan, biasanya Bank memiliki tim penilai sendiri dalam menilai jaminan tersebut, walaupun terkadang bank juga sesekali memakai tim penilai jaminan dari luar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Nah, mudah-mudahan dengan penjelasan ini Anda tidak perlu ragu lagi untuk meminjam uang dari bank. Entah itu untuk keperluan membeli rumah, kendaraan, modal usaha, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-8439727351266388499?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/8439727351266388499/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=8439727351266388499' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/8439727351266388499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/8439727351266388499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/persyaratan-mengajukan-kredit-di-bank.html' title='PERSYARATAN MENGAJUKAN KREDIT DI BANK'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-7832245505894110509</id><published>2008-06-30T00:54:00.005-07:00</published><updated>2008-06-30T00:54:47.076-07:00</updated><title type='text'>MEMINJAMKAN UANG KEPADA ORANG LAIN </title><content type='html'>&lt;p style="text-align:center" class="Default" align="center"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:5.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm" class="Default"&gt;Dikutip dari &lt;span style="text-decoration:underline;"&gt;&lt;span style="color:purple"&gt;Tabloid NOVA No. 713/XIV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm" class="Default"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;Bu Broto sedang kebingungan. Baru tadi siang ia mendapat telepon dari saudaranya. Ada apa gerangan? Sederhana saja: saudaranya ingin pinjam uang. Jumlahnya mungkin tidak usah disebut. Tapi bagi Bu Broto, jumlah itu termasuk besar. Walaupun dia memang punya uangnya, tapi dia tidak suka dihadapkan dengan kenyataan bahwa dia harus meminjamkan uang kepada saudara dekatnya.&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm" class="Default"&gt;Di satu sisi, ia tidak tega membiarkan saudaranya terlibat dalam kesulitan. Tapi di sisi lain, ia takut uangnya tidak akan kembali. Ia tak sabar menunggu suaminya pulang dari kantor agar ia bisa secepatnya menceritakan kebingungan ini. Siapa tahu suaminya bisa memberikan masukan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm" class="Default"&gt;Apakah Anda pernah mengalami situasi seperti yang dialami Bu Broto? Anda didatangi oleh teman atau saudara yang sedang membutuhkan pinjaman uang, tetapi Anda takut uang Anda tidak akan kembali. Tidak usah dipungkiri, kekhawatiran bahwa uang pinjaman itu tidak akan kembali memang menjadi pertimbangan utama kenapa Anda kadang ragu-ragu untuk meminjamkan uang bila ada yang ingin meminjam uang. Ya, kan? &lt;strong&gt;PERLUKAH MEMINJAMKAN UANG?&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm" class="Default"&gt;Kalau kita punya cukup uang, sudah seharusnya kita menolong orang yang sedang kekurangan uang. Karena dalam hidup ini, &lt;span style="color:windowtext"&gt;tolong-menolong merupakan suatu keharusan. Kalau tolong menolong itu diwujudkan dalam bentuk tindakan sih oke-oke saja. Tetapi kalau dalam bentuk uang? Wow... nanti dulu. Lho, kok begitu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Tidak bisa dipungkiri, terkadang niat baik kita menolong orang, sering membuat kita kerepotan sendiri. Giliran pinjam uang, mukanya memelas. Giliran ditagih, susahnya minta ampun. Janjinya mau dikembalikan dalam waktu sebulan, eh, ini berbulan-bulan juga belum tentu ada kabarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Dan kesannya jadi kita yang harus mengejar-ngejar dia. Inilah yang membuat banyak orang sering ragu meminjamkan uang bila ada orang lain yang ingin meminjam uang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Sebetulnya wajar saja kok kalau teman atau saudara Anda datang kepada Anda dan ingin meminjam uang. Ini berarti dia menganggap - secara keuangan - Anda cukup mampu untuk meminjaminya uang. Jangan marah kalau ada teman atau saudara Anda yang datang kepada Anda. Kalau Anda sendiri yang sedang butuh pinjaman uang, Anda pasti akan datang ke orang yang Anda kenal terlebih dulu kan? Dan orang yang paling dekat dengan Anda, biasanya adalah saudara. Kalaupun teman, ya teman dekat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Tapi tak jarang hubungan bisa terputus karena masalah hutang-piutang. Malah, yang lebih ekstrem lagi, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pertengkaran hanya gara-gara hutang. Tentunya kita tidak ingin hal seperti itu terjadi kan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Karena itu, dibawah ini adalah beberapa tips yang mungkin berguna buat Anda bila ada orang lain yang ingin meminjam uang kepada Anda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:36.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l2 level1 lfo1" class="Default"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:Verdana;color:windowtext"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;1. &lt;strong&gt;Lihat dulu kondisi keuangan Anda.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:36.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Kalau Anda punya uang, bukan berarti Anda sudah dapat menjadi bank bagi orang lain. Lihat dulu kemungkinan pengeluaran-pengeluaran keluarga Anda dalam beberapa bulan ke depan. Mungkin anak Anda perlu masuk sekolah. Mungkin bayi Anda akan lahir. Mungkin Anda akan keluar uang untuk ini, untuk itu, dan sebagainya. Jangan sampai ketika Anda membutuhkan uang, uang tersebut masih berada di tangan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:13.0pt; margin-left:36.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Kalau perlu, mungkin bisa juga Anda menganggarkan sejumlah uang untuk dipinjamkan. Artinya, walau tidak setiap bulan ada orang datang meminjam uang kepada Anda, tapi Anda bisa tetap berjaga-jaga kalau-kalau teman atau saudara Anda ingin meminjam uang tanpa Anda harus menolaknya karena Anda sudah memiliki dananya dan Anda menilai mereka memang pantas untuk dibantu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:36.0pt;text-indent:-18.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;2. &lt;strong&gt;Teliti sebelum memberi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:36.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Coba teliti dulu sebelum Anda meminjamkan uang kepada orang lain. Yang harus Anda teliti adalah &amp;quot;kemampuan orang tersebut untuk membayar kembali hutangnya&amp;quot;. Inilah yang juga dilakukan bank sebelum meminjamkan uang kepada nasabahnya yang ingin meminjam uang. Mungkin beberapa daftar pertanyaan berikut ini dapat berguna, ketika ada orang yang akan meminjam uang kepada Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:72.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l2 level2 lfo1" class="Default"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:Verdana;color:windowtext"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New";color:windowtext'&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color:windowtext"&gt;Siapa dia? Apa pekerjaannya? Apakah dia saudara atau teman?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:72.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l2 level2 lfo1" class="Default"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:Verdana;color:windowtext"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New";color:windowtext'&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color:windowtext"&gt;Untuk tujuan apa dia meminjam uang? Usaha atau kebutuhan hidup?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:72.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l1 level2 lfo2" class="Default"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:Verdana;color:windowtext"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New";color:windowtext'&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color:windowtext"&gt;Mendesakkah kebutuhan tersebut?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:72.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l1 level2 lfo2" class="Default"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:Verdana;color:windowtext"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New";color:windowtext'&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color:windowtext"&gt;Apa jaminan yang dijanjikannya? Apakah dia menjaminkan harta bendanya ataukah dia tidak menjaminkan apa-apa dan hanya punya janji lisan saja?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:72.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l1 level2 lfo2" class="Default"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:Verdana;color:windowtext"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New";color:windowtext'&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color:windowtext"&gt;Apakah dia punya riwayat meminjam uang kepada Anda atau orang lain? Bagaimana &amp;quot;nasib&amp;quot; hutang-hutangnya tersebut? Apakah hutang-hutang tersebut bisa dilunasinya atau tidak?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:72.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l1 level2 lfo2" class="Default"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:Verdana;color:windowtext"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New";color:windowtext'&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="color:windowtext"&gt;Kapan dia akan mengembalikan hutangnya? Apakah janjinya itu masuk akal atau tidak bila disesuaikan dengan latar belakangnya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:13.0pt; margin-left:36.0pt;text-indent:0cm;mso-list:l1 level1 lfo2" class="Default"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:Verdana;color:windowtext"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Dari daftar pertanyaan di atas, Anda bisa menilai sendiri apakah orang yang hendak Anda pinjami uang itu memang pantas untuk dipinjami uang atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:36.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l1 level1 lfo2" class="Default"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:Verdana;color:windowtext"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;3. &lt;strong&gt;Buat Catatan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:36.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Jangan segan-segan untuk membuat perjanjian tertulis di atas kertas bersegel, bila uang yang dipinjamkan itu mencapai jutaan rupiah. Atau kalau di bawah satu juta, mungkin kuitansi saja sudah cukup. Yang penting adalah bahwa Anda melakukan pencatatan. Yang perlu tercantum dalam perjanjian atau kuitansi tersebut adalah siapa yang meminjam, berapa yang dipinjam, untuk apa, dan kapan akan dikembalikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:36.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Dengan pencatatan yang rapi, Anda akan tahu kapan Anda harus menagih, dan berapa uang yang sudah Anda pinjamkan. Dan jika terjadi masalah dikemudian hari, catatan tersebut dapat membantu Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt" class="Default"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style='mso-bidi-font-family: "Times New Roman";color:windowtext'&gt;BILA PINJAMAN ITU SUDAH JATUH TEMPO&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Oke. Kita anggap saja Anda sudah meminjamkan uang kepadanya. Dan sekarang, kelihatannya sudah waktunya bagi orang itu untuk melunasi pinjamannya kepada Anda. Jika memang demikian, ada dua hal yang mungkin bisa Anda perhatikan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:36.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo3" class="Default"&gt;&lt;span style="mso-fareast-font-family:Verdana;color:windowtext"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;1. &lt;strong&gt;Tagih dengan ramah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:13.0pt; margin-left:36.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Sesuatu yang dimulai dengan senyum akan berlangsung dengan mulus. Bila memang sudah waktunya orang itu untuk membayar, datanglah langsung ke rumah yang bersangkutan. Kenapa tidak lewat telepon? Karena ini untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar serius. Mulailah dengan ramah, tanyalah bagaimana usahanya, keluarganya dan sebagainya. Baru tagih dengan baik. Dan jika memang dia tidak atau belum mampu membayar, diskusikan dan pertimbangkan lagi apakah Anda perlu memberi keringanan untuk mencicil ataupun menunda pembayaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:36.0pt;text-indent:-18.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;2. &lt;strong&gt;Relakan sebagian&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:36.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Mungkin ini termasuk berat untuk dilaksanakan. Kenapa uang Anda harus Anda relakan sebagian? Sudah capek-capek mencarinya, eh malah diberikan begitu saja kepada orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:36.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Ya, kalau memang ternyata ongkos yang Anda keluarkan untuk menagih hutang itu lebih besar daripada nilai hutangnya, maka mungkin ada baiknya kalau Anda merelakan saja hutang tersebut.&lt;/span&gt; &lt;span style='mso-bidi-font-family:"Times New Roman";color:windowtext'&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:36.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Sebagai contoh, uang yang Anda pinjamkan hanya Rp 100 ribu. Tetapi sudah berkali-kali ditagih, tetap saja orang yang Anda pinjami ini tidak mampu membayar. Bila Anda terus ngotot untuk menagihnya, besar kemungkinan ongkos yang Anda keluarkan akan lebih besar dari nilai hutangnya itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:36.0pt" class="Default"&gt;&lt;span style="color:windowtext"&gt;Tidak hanya itu. Secara psikologis, bisa saja Anda jadi pusing keliling karena memikirkannya, atau mungkin hubungan Anda dengannya bisa terputus. Jadi buat apa ngotot mengambil uang Anda yang Rp 100 ribu, kalau biaya menagihnya bisa lebih besar dari itu. Apalagi bila orang tersebut memang benar-benar tidak mampu, dan bukannya tidak mau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm" class="Default"&gt;Jadi, prinsip kita dalam menjadi &amp;quot;bank&amp;quot; disini adalah untuk menolong sesama. Semakin banyak Anda menolong orang, semakin banyak pula pertolongan yang akan datang kepada Anda. Tapi satu hal yang paling penting disini adalah: tolonglah orang lain tanpa pandang bulu, tapi jangan lupa untuk menolong dengan cara yang cerdas. Telitilah dan pertimbangkan baik-baik sebelum Anda meminjamkan uang kepada orang lain. Selamat mempertimbangkan.&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-7832245505894110509?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/7832245505894110509/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=7832245505894110509' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/7832245505894110509'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/7832245505894110509'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/meminjamkan-uang-kepada-orang-lain_30.html' title='MEMINJAMKAN UANG KEPADA ORANG LAIN '/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-2039430318058218557</id><published>2008-06-30T00:54:00.003-07:00</published><updated>2008-06-30T00:54:45.599-07:00</updated><title type='text'>SIMPANAN BAGI HASIL DI BANK</title><content type='html'>&lt;p style="text-align:center;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Oleh: Mike Rini&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:5.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Dikutip dari Danareksa.com&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:5.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Apakah Anda termasuk orang yang percaya bahwa uang bisa didapat dengan sekejap mata tanpa usaha yang berarti ? Saya tidak. Saya orang yang tidak pernah percaya bahwa uang bisa didapat dengan sekejap mata. Tapi keyakinan saya tersebut ternyata bisa dipatahkan, tepatnya tahun 1998 jamannya masih krisis moneter. Saya tidak akan pernah lupa hari-hari dimana saya bisa mendapatkan uang dengan begitu mudahnya, bahkan tanpa usaha yang berarti sama sekali. Yang saya lakukan saat itu hanya mendepositokan uang saya di sebuah bank. Bayangkan dari uang sebesar R&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;p 100 juta yang saya depositokan, sim salabim ! satu bulan kemudian berubah menjadi Rp 140 juta!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Jadi timbul pertanyaan, apa yang dilakukan bank tersebut sehingga bisa sebegitu hebatnya membayar bunga deposito sebesar itu. Saya tidak penah tahu kemana uang yang saya simpan dibank tersebut diinvestasikan, namun tidak lama setelahnya jawabannya datang dengan berita likuidasi bank-bank. Termasuk bank saya, hanya saja depositonya sudah saya cairkan dahulu, dan untuk kedua kalinya saya lagi-lagi beruntung. Beberapa teman-temannya yang dananya nyangkut di bank tersebut, harus menunggu berhari-hari dan mengantri dalam antrian yang sangat panjang untuk bisa mengambil dana mereka kembali. Bank-lah pihak yang paling merugi, bukan saja merugi tapi bangkrut total sampai harus ditutup. Kewajiban pembayaran bunga yang luar biasa ekstrim saat itu telah menamatkan riwayat bank tempat saya menabung bertahun-tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Bayangkan jika Anda yang berada di posisi penghutang seperti kasus bank tadi (dan seringnya memang begitu bukan ?). Kewajiban cicilan kredit rumah, kredit mobil atau kartu kredit yang tiba-tiba membengkak karena bunganya meroket dan semakin parah jika Anda terlambat membayar, bisa membuat Anda bangkrut. Begitulah keajaiban dari sistem bunga berbunga, bisa sangat menguntungkan di satu pihak namun merugikan pihak lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Kenyataan ini telah membuktikan bahwa kelangsungan hidup bank konvensional selalu terganggu oleh gejolak suku bunga. Dari sinilah muncul kebutuhan akan adanya suatu sistem perbankan yang tidak berbasis bunga. Menjawab kebutuhan itu sistem perbankan syariah yang berbasis bagi hasil, konon lebih tangguh dari sistem perbankan konvensional. Namun jika dilihat dari kacamata kita sebagai nasabah, apakah menguntungkan jika kita menyimpan uang di bank syariah ? Setelah sekian lama terbiasa dengan sistem bunga bank konvensional, bisakah sistem bank syariah memberikan keuntungan yang lebih besar kepada nasabahnya ? “Tak kenal maka tak sayang”, bagi kita yang sudah terbiasa dengan sistem bunga pada bank konvensional, mungkin merasa ragu-ragu dengan sistem bagi hasil bank syariah. Namun terlepas dari berbagai keraguan tadi, alangkah baiknya kita menuntaskan rasa penasaran kita dengan mempelajari produk-produk simpanan di bank syariah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Perbedaan Bank Konvensional Dengan Bank Syariah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Bank syariah adalah bank yang beroperasi berdasarkan syariah atau prinsip agama Islam. Sesuai dengan prinsip Islam yang melarang sistem bunga atau riba yang memberatkan, maka bank syariah beroperasi berdasarkan kemitraan pada semua aktivitas bisnis atas dasar kesetaraan dan keadilan. Perbedaan yang mendasar antara bank syariah dengan bank konvensional, antara lain :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l1 level1 lfo1; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;mso-fareast-font-family:Arial"&gt;&lt;span style="mso-list: Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;           &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;1. &lt;strong&gt;Perbedaan Falsafah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Perbedaan pokok antara bank konvensional dengan bank syariah terletak pada landasan falsafah yang dianutnya. Bank syariah tidak melaksanakan sistem bunga dalam seluruh aktivitasnya sedangkan bank kovensional justru kebalikannya. Hal inilah yang menjadi perbedaan yang sangat mendalam terhadap produk-produk yang dikembangkan oleh bank syariah, dimana untuk menghindari sistem bunga maka sistem yang dikembangkan adalah jual beli serta kemitraan yang dilaksanakan dalam bentuk bagi hasil. Dengan demikian sebenarnya semua jenis transaksi perniagaan melalu bank syariah diperbolehkan asalkan tidak mengandung unsur bunga (riba). Riba secara sederhana berarti sistem bunga berbunga atau compound interest dalam semua prosesnya bisa mengakibatkan membengkaknya kewajiban salah satu pihak seperti efek bola salju pada cerita di awal artikel ini. Sangat menguntungkan saya tapi berakibat fatal untuk banknya. Riba, sangat berpotensi untuk mengakibatkan keuntungan besar disuatu pihak namun kerugian besar dipihak lain, atau malah ke dua-duanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;2. &lt;strong&gt;Konsep Pengelolaan Dana Nasabah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Dalam sistem bank syariah dana nasabah dikelola dalam bentuk titipan maupun investasi. Cara titipan dan investasi jelas berbeda dengan deposito pada bank konvensional dimana deposito merupakan upaya mem-bungakan uang. Konsep dana titipan berarti kapan saja si nasabah membutuhkan, maka bank syariah harus dapat memenuhinya, akibatnya dana titipan menjadi sangat likuid. Likuiditas yang tinggi inilah membuat dana titipan kurang memenuhi syarat suatu investasi yang membutuhkan pengendapan dana. Karena pengendapan dananya tidak lama alias cuma titipan maka bank boleh saja tidak memberikan imbal hasil. Sedangkan jika dana nasabah tersebut diinvestasikan, maka karena konsep investasi adalah usaha yang menanggung risiko, artinya setiap kesempatan untuk memperoleh keuntungan dari usaha yang dilaksanakan, didalamnya terdapat pula risiko untuk menerima kerugian, maka antara nasabah dan banknya sama-sama saling berbagi baik keuntungan maupun risiko.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Sesuai dengan fungsi bank sebagai intermediary yaitu lembaga keuangan penyalur dana nasabah penyimpan kepada nasabah peminjam, dana nasabah yang terkumpul dengan cara titipan atau investasi tadi kemudian, dimanfaatkan atau disalurkan ke dalam traksaksi perniagaan yang diperbolehkan pada sistem syariah. Hasil keuntungan dari pemanfaatan dana nasabah yang disalurkan ke dalam berbagai usaha itulah yang akan dibagikan kepada nasabah. Hasil usaha semakin tingi maka semakin besar pula keuntungan yang dibagikan bank kepada dan nasabahnya. Namun jika keuntungannya kecil otomatis semakin kecil pula keuntungan yang dibagikan bank kepada nasabahnya. Jadi konsep bagi hasil hanya bisa berjalan jika dana nasabah di bank di investasikan terlebih dahulu kedalam usaha, barulah keuntungan usahanya dibagikan. Berbeda dengan simpanan nasabah di bank konvensional, tidak peduli apakah simpanan tersebut di salurkan ke dalam usaha atau tidak, bank tetap wajib membayar bunganya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Dengan demikian sistem bagi hasil membuat besar kecilnya keuntungan yang diterima nasabah mengikuti besar kecilnya keuntungan bank syariah. Semakin besar keuntungan bank syariah semakin besar pula keuntungan nasabahnya. Berbeda dengan bank konvensional, keuntungan banknya tidak dibagikan kepada nasabahnya. Tidak peduli berapapun jumlah keuntungan bank konvesional, nasabah hanya dibayar sejumlah prosentase dari dana yang disimpannya saja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;3. &lt;strong&gt;Kewajiban Mengelola Zakat&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Bank syariah diwajibkan menjadi pengelola zakat yaitu dalam arti wajib membayar zakat, menghimpun, mengadministrasikannya dan mendistribusikannya. Hal ini merupakan fungsi dan peran yang melekat pada bank syariah untuk memobilisasi dana-dana sosial (zakat. Infak, sedekah)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;4. &lt;strong&gt;Struktur Organisasi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Di dalam struktur organisasi suatu bank syariah diharuskan adanya Dewan Pengawas Syariah (DPS). DPS bertugas mengawasi segala aktifitas bank agar selalu sesuai dengan prinsip-prinsip syariah. DPS ini dibawahi oleh Dewan Syariah Nasional (DSN). Berdasarkan laporan dari DPS pada masing-masing lembaga keuangan syariah, DSN dapat memberikan teguran jika lembaga yang bersangkutan menyimpang. DSN juga dapat mengajukan rekomendasi kepada lembaga yang memiliki otoritas seperti Bank Indonesia dan Departemen Keuangan untuk memberikan sangsi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Bagaimana Kita Menyimpan Uang Di Bank Syariah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Sebelumnya kita sudah sangat mengenal tabungan, giro dan deposito dari bank konvensional. Pada ke tiga produk bank ini maka setiap bulanya bank berjanji akan membayar sejumlah bunga. Di bank syariah juga mempunyai produk simpanan berupa tabungan, giro dan deposito hanya sebagai nasabah kita tidak menerima pembayaran bunga. Di bank syarah ada 2 cara yang bisa dipilih orang untuk menyimpan uangnya,yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="margin-top:0cm" type="1" start="1"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;li style="margin-top:12.0pt;margin-bottom:5.0pt;mso-list: l0 level1 lfo2;tab-stops:list 36.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Titipan / Wadiah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Menitip adalah memberikan kekuasaan kepada orang lain untuk menjaga hartanya/ barangnya. Dengan demikian cara titipan melibatkan adanya orang yang menitipkan (nasabah), pihak yang dititipi (bank syariah), barang yang dititipkan (dana nasabah). Menitipkan sebenarnya bukan usaha perniagaan yang lazim, kecuali penerima titipan menetapkan keharusan membayar biaya penitipan atau administrasi bagi penitip. Maka Titipan bisa memenuhi syarat perniagaan yang lazim. Artinya bank harus menjaga dan bertanggung jawab terhadap barang yang dititipkan karena sudah dibayar biaya administrasinya. Rekening giro di bank syariah dikelola dengan sistem titipan sehingga biasa dikenal dengan Giro Wadiah, karena pada dasarnya rekening giro adalah dana masyarakat di bank untuk tujuan pembayaran dan penarikannya dapat dilakukan setiap saat. Artinya giro hanyalah merupakan dana titipan nasabah, bukan dana yang diinvestasikan. Namun dana nasabah pada giro bisa dimanfaatkan oleh bank selama masih mengendap, tetapi kapanpun nasabah ingin menariknya bank wajib membayarnya. Sebagai imbalan dari titipan yang dimanfaatkan oleh bank syariah, nasabah dapat menerima imbal jasa berupa bonus. Namun bonus ini tidak diperjanjikan di depan melainkan tergantung dari kebijakan bank yang dikaitkan dengan pendapatn bank. Rekening tabungan harian yang memberlakukan ketentuan dapat ditarik setiap saat juga dikelola dengan cara titipan, karena sifatnya mirip dengan giro hanya berbeda mekanisme penarikannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol style="margin-top:0cm" type="1" start="2"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;li style="margin-top:12.0pt;margin-bottom:5.0pt;mso-list: l0 level1 lfo2;tab-stops:list 36.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Investasi / Mudharabah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Adalah suatu bentuk perniagaan dimana pemilik modal (nasabah) menyetorkan modalnya kepada pengelola (bank) untuk diusahakan dengan keuntungan akan dibagi bersama sesuai dengan kesepakatan dari kedua belah pihak. Sedangkan kerugian, jika ada akan ditanggung oleh si pemilik modal. Dengan demikian cara investasi melibatkan pemilik modal (nasabah), pengelola modal (bank), modal (dana) harus jelas berapa jumlahnya, jangka waktu pengelolaan modal, jenis pekerjaan atau proyek yang di biayai, porsi bagi hasil keuntungan. Deposito di bank syariah dikelola dengan cara investasi atau mudarobah, sehingga biasa dikenal dengan Deposito Mudharabah. Bank Syariah tidak membayar bunga deposito kepada deposan tetapi membayar bagi hasil keuntungan yang ditetapkan dengan nisbah. Beberapa jenis tabungan berjangka juga dikelola dengan cara mudharobah misalnya tabungan pendidikan dan tabungan hari tua, tabungan haji, tabungan berjangka ini biasa dikenal istilah Tabungan Pendidikan Mudharabah, Tabungan Haji. Tabungan-tabungan tersebut tidak dapat ditarik oleh pemilik dana sebelum jatuh tempo sehingga memenuhi syarat untuk diinvestasikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Bagaimana Nasabah Mendapat Keuntungan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Jika bank konvensional membayar bunga kepada nasabahnya, maka bank syariah membayar bagi hasil keuntungan sesuai dengan kesepakatan. Kesepakatan bagi hasil ini ditetapkan dengan suatu angka ratio bagi hasil atau nisbah. Nisbah antara bank dengan nasabahnya ditentukan di awal, misalnya ditentukan porsi masing-masing pihak 60:40, yang berarti atas hasil usaha yang diperoleh akan didisitribusikan sebesar 60% bagi nasabah dan 40% bagi bank. Angka nisbah ini dengan mudah Anda dapatkan informasinya dengan bertanya ke customer service atau datang langsung dan melihat papan display “ Perhitugan dan Distribusi Bagi Hasil” yang ada di cabang bank syariah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Apakah Simpanan Nasabah di Bank Syariah Dijamin Pemerintah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Dalam hal jaminan pemerintak terhadap dana pihak ke tiga di bank, maka bank syariah mempunyai kedudukan yang sama sama dengan bank konvensional. Dana nasabah di bank syariah tetap dijamin pemerintah sesuai dengan ketentuan jaminan pemerintah bagi dana nasabah di bank.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Salam Mike Rini Perencana Keuangan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-2039430318058218557?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/2039430318058218557/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=2039430318058218557' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/2039430318058218557'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/2039430318058218557'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/simpanan-bagi-hasil-di-bank.html' title='SIMPANAN BAGI HASIL DI BANK'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-1979320433789291349</id><published>2008-06-30T00:54:00.001-07:00</published><updated>2008-06-30T00:54:59.980-07:00</updated><title type='text'>TONGKAT SAKTI VERSI BANK BNI</title><content type='html'>&lt;p style="text-align:center;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Oleh: Eko Endarto&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:5.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom:5.0pt; margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Dikutip dari Tabloid Bisnis Uang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Kenal Harry Potter? Ya penyihir kecil modern yang film laris sekuel ke 4 – nya sedang diputar diseantero Jakarta. Penyihir kecil dari Hogwarts ini dalam aktivitas sihirnya selalu membawa alat bantu untuk menyihir yaitu tongkat sihir ajaib dan dibantu dengan manteranya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Nah saat ini kita akan membicarakan tentang satu lagi alat ajaib modern yang lebih real banyak kita temui di masyarakat yaitu kartu plastik. Ya, dengan kartu ini Anda dapat melakukan apa saja, mendapatkan barang, mengambil uang, mengirim uang dan sebagainya. Nah gimana cukup sakti kan?&lt;/span&gt; &lt;span style='font-family:Arial;mso-bidi-font-family:"Times New Roman"'&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Untuk edisi perdana pembahasan bedah produk kali ini saya akan membicarakan lebih dalam tentang kekuatan maupun kelemahan dari salah satu produk kartu sakti unggulan Bank BNI yaitu BNI Card ,Kartu Debit terbitan Bank BNI yang bekerja sama dengan MasterCard International.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Bagaimana Mendapatkannya&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Untuk kartu yang berbasis tabungan, kartu ini akan dapat diperoleh bila kita melakukan pembukaan rekening Tabungan Plus (Taplus) atau Giro perorangan. Dengan setoran awal yang “wajar” yaitu sebesar Rp500 Ribu untuk tabungan dan Rp1 juta untuk Giro, Anda sudah dapat memegang kartu ini dengan benefit yang saya rasa sangat cukup menggambarkan kesaktian kartu debit ini. Kartu ini terbit dengan 2 jenis spesifikasi yaitu tanpa nama, yang bila Anda membuka rekening maka otomatis kartu BNI Card langsung Anda terima, dan yang lain dilengkapi dengan nama, dimana Anda harus menunggu sekitar 1 minggu sebelum nama Anda tercetak di kartu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Daya Tarik&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Keluasan akses ATM dan keleluasaan dalam transaksi menjadi daya tarik utama yang menjadikan kartu ini menjadi kartu yang memiliki point lebih dibandingkan dengan kartu sejenis lainnya. Dengan kekuatan lebih dari 12 ribu jaringan ATM di seluruh Indonesia baik dibawah bendera ATM BNI, Link maupun ATM bersama dan ribuan lainnya yang tersebar di Luar negeri dibawah bendera Cirrus, kesaktian kartu ini ditambah dengan kemampuannya untuk dapat menjadi alat bayar di berbagai merchant berlogo Mastercard di dalam dan di luar negeri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Kesaktian lain yang ditawarkan kartu ini dibandingkan kartu sejenis lainnya adalah memiliki kemampuan untuk melakukan otorisasi tanda tangan di seluruh merchant di luar negeri sehingga Anda tidak perlu takut dan tidak akan dipermalukan karena kartu Anda ditolak. Tapi disini juga Anda harus hati-hati, kemampuan ini memungkinkan kartu Anda dapat digunakan orang lain bila orang tersebut dapat meniru tanda tangan Anda. Sebagai alat bayar digital, ada kelemahan yang cukup mencolok dari kartu ini yaitu kartu ini masih belum dapat digunakan untuk melakukan transaksi melalui internet. Ya jika dibandingkan dengan kartu kredit yang memungkinkan seseorang dapat lebih leluasa bertransaksi, kartu ini memang belum mampu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Kenyamanan juga akan Anda dapatkan dengan memegang kartu sakti ini. Fasilitas untuk melakukan pembayaran tagihan rutin bulanan Anda mulai dari Telkom, air, ponsel, Kartu Kredit baik dari BNI maupun dari institusi lainnya, dan juga pinjaman baik itu pinjaman dari BNI maupun bank lain. Selain itu Anda juga dimanjakan dengan fasilitas belanja on-line yang ditawarkan mulai dari pembelian pulsa telepon selular Anda sampai pembelian tiket Garuda Indonesia. Itu semua akan Anda dapatkan hanya dengan mengakses kartu Anda melalui ribuan ATM BNI terdekat. Untuk berbelanja, Anda hanya perlu menggesek kartu tersebut dan cling!! barang jadi milik Anda. Tentu bila Anda memiliki saldo dan berbelanja di merchand berlogo Mastercard. Bagusnya lagi tanpa biaya (meskipun dibeberapa merchant charge ini masih dikenakan).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Bagi Anda yang memiliki kartu ini dengan membuka rekening giro, ada kelebihan lain yang ditawarkan oleh BNI yang mungkin tidak disadari oleh Anda. Kemampuan untuk melakukan transfer antar rekening menjadikan aktifitas transaksi menjadi lebih aman dan efisien. Bandingkan bila Anda harus membuka Bilyet Giro/BG atau Cek untuk transaksi pembayaran yang hanya sebesar 150 ribu rupiah, tentunya biaya pembelian buku cek atau BG akan lebih mahal dibandingkan dengan transaksinya ya nggak ? Ada lagi nih, kalau butuh uang tunai Anda tidak perlu harus antri untuk mencairkan cek Anda, bahkan Anda tidak perlu menunggu hari dan jam kerja karena giro Anda dapat diambil melalui media ATM kapan saja dan dimana saja. Nah kurang leluasa dan nyaman seperti apa coba ?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Kartu ini diterbitkan dalam dua jenis kartu yaitu Silver dan Gold. Tentu saja dengan perbedaan fasilitas diantara keduanya. Perbedaan fasilitas yang diberikan adalah dari segi jumlah penarikan tunai maupun transfer antar rekening. Nah disini mungkin kelemahan yang dapat dilihat. Dengan jumlah setoran dan dengan saldo mengendap yang relatif lebih tinggi (kalau buka Gold kita harus membuka Taplus Prima dan Giro BNI Prima), Anda akan mendapatkan fasilitas yang hampir tidak berbeda dengan bila Anda membuka Taplus dan Giro biasa dengan BNI Card silver. Ya tentu saja selain penarikan tunai dan transfer antar rekening tabungan tadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style='font-family:Arial;mso-bidi-font-family:"Times New Roman"'&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Sejak Awal kartu ini diposisikan untuk menggaet mereka yang aktif dalam melakukan transaksi non tunai tetapi tidak ingin dipusingkan dengan bunga dan tagihan yang terus membengkak. Dengan fitur-fitur yang mendekati fasilitas dari kartu kredit dan kemampuan untuk dapat melakukan penambahan limit untuk kartu debit prabayar, maka lengkap sudah kesaktian kartu debit ini menggantikan posisi kartu kredit. Belum lagi dengan tidak adanya batasan usia bagi penggunanya, tentunya hal ini yang menjadikan kartu debit memiliki pasar lebih luas dan berbeda dengan kartu kredit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Tapi di atas semua itu, disiplin dan pengaturan keuangan secara benar adalah kunci Anda yang utama dalam melakukan semua transaksi. Karena pada dasarnya sama seperti tongkat sakti Harry Potter, kartu sakti ini juga merupakan alat yang bila tidak dipergunakan dengan baik akan menghancurkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Salam, Eko Endarto Perencana Keuangan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-1979320433789291349?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/1979320433789291349/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=1979320433789291349' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/1979320433789291349'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/1979320433789291349'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/tongkat-sakti-versi-bank-bni.html' title='TONGKAT SAKTI VERSI BANK BNI'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-201095218386887287</id><published>2008-06-16T06:23:00.007-07:00</published><updated>2008-06-16T06:23:41.157-07:00</updated><title type='text'>PROSES PERENCANAAN KEUANGAN</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top:32.4pt;margin-right:14.4pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:14.4pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#333333;letter-spacing:-.2pt" lang="EN-US"&gt;Tahukan Anda bahwa proses melakukan perencanaan keuangan itu identik dengan Anda melakukan perencanaan perjalanan wisata? Jika Anda merencanakan perjalanan wisata ke suatu tempat yang Anda inginkan, langkah pertama Anda adalah menganalisa kondisi Anda sendiri termasuk dimana lokasi Anda berada, kemudian baru Anda tentukan tujuan wisata Anda. langkah berikutnya pemilihan rute perjalanan untuk mencapai tujuan Anda misalnya Anda ingin rute tercepat, atau rute terpendek, ataupun rute dengan melewati pemandangan yang indah atau melalui rute yang menantang. Pilihan Anda akan tergantung toleransi dan selera Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika ditengah jalan Anda berubah pikiran, Anda pun dapat saja merubah arah dan rute untuk mencapai tujuan Anda. langkah-langkah tersebut merupakan waktu proses untuk mencapai tujuan wisata Anda yang dapat dikatakan identik dengan proses melakukan perencanaan keuangan untuk mencapai tujuan keuangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:0cm;margin-right:14.4pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:14.4pt;margin-bottom:.0001pt;mso-line-height-alt:10.8pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#333333;letter-spacing:-.2pt; mso-ansi-language:ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;Proses Perencanaan Keuangan yang dapat Anda lakukan terdiri dari 5 langkah yaitu:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="mso-margin-top-alt:auto;mso-margin-bottom-alt:auto; margin-left:14.4pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#333333; letter-spacing:-.2pt;mso-ansi-language:ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;a. Evaluasi keadaan keuangan&lt;br /&gt;b. Tentukan tujuan&lt;br /&gt;c. Rencanakan dengan realistis dan sistematis&lt;br /&gt;d. Penerapan rencana keuangan&lt;br /&gt;e. Monitor dan revisi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:21.6pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 0cm;margin-left:14.4pt;margin-bottom:.0001pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#333333;letter-spacing:-.2pt;mso-ansi-language: ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;A. Evaluasi Keadaan Keuangan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#333333;letter-spacing:-.2pt;mso-ansi-language: ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;br /&gt;Tujuan keuangan yang Anda rencanakan akan tergantung dengan keadaan keuangan yang Anda miliki. Sebaiknya Anda evaluasi keadaan keuangan Anda dengan menyusun &amp;quot;Neraca Pribadi&amp;quot; dan &amp;quot;laporan Laba Rugi&amp;quot; Anda. &amp;quot;Neraca Pribadi&amp;quot; akan menunjukkan kekayaan yang Anda miliki yaitu aset dan hutang Anda. Sedangkan &amp;quot;Laporan laba Rugi&amp;quot; akan menunjukkan pendapatan dan pengeluaran Anda, dimana kelebihannya merupakan hasil yang dapat Anda tabung, ataupun Anda investasikan untuk meningkatkan kekayaan Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:3.6pt;margin-right:7.2pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:14.4pt;margin-bottom:.0001pt;mso-line-height-alt:10.8pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#333333;letter-spacing:-.2pt; mso-ansi-language:ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;B. Tentukan Tujuan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#333333;letter-spacing:-.2pt;mso-ansi-language: ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;br /&gt;Setelah Anda melihat kondisi keuangan Anda tahap selanjutnya adalah Anda tentukan tujuan yang ingin Anda dicapai, misalnya tujuan membeli rumah, membeli apartemen, berlibur, membiayai pendidikan anak ataupun mempersiapkan pensiun Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam menentukan tujuan Anda, acuan berikut ini dapat Anda ikuti :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:10.8pt;margin-right:7.2pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:28.8pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:-14.4pt;mso-line-height-alt: 10.2pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#333333;letter-spacing: -.2pt;mso-ansi-language:ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;1 Bedakan tujuan jangka panjang dan jangka pendek Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:3.6pt;margin-right:7.2pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:14.4pt;margin-bottom:.0001pt;text-indent:14.4pt;mso-line-height-alt: 10.2pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#333333;letter-spacing: -.2pt;mso-ansi-language:ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;Tujuan jangka pendek adalah tujuan yang ingin Anda capai dalam kurun waktu 12 bulan, sedangkan tujuan jangka panjang adalah tujuan yang ingin Anda capai lebih dari satu tahun. Untuk tujuan jangka pendek sebaiknya pemilihan instrumen investasi yang tidak memiliki resiko harga sehingga nilai pokok selalu terjaga. Oleh karenanya investor harus berhati-hati dalam pemilihan produk keuangan untuk pencapaian tujuan jangka pendek. Untuk tujuan jangka panjang sebaiknya pemilihan instrumen investasi yang memiliki pertumbuhan melebihi inflasi sehingga pertumbuhan lebih optimal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:3.6pt;margin-right:7.2pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:0cm;margin-bottom:.0001pt;mso-line-height-alt:10.2pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#333333;letter-spacing:-.2pt; mso-ansi-language:ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;br /&gt;2. Realistis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:3.6pt;margin-right:7.2pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:28.8pt;margin-bottom:.0001pt;text-align:justify;mso-line-height-alt: 10.2pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#333333;letter-spacing: -.2pt;mso-ansi-language:ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;Tujuan yang telah dicanangkan harus realistis dan dapat dicapai dalam jangka waktu sesuai target waktu yang ditetapkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:7.2pt;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:14.4pt;margin-bottom:.0001pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;color:#333333;letter-spacing:-.2pt;mso-ansi-language:ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;3. Tujuan Jelas dan Spesifik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:3.6pt;margin-right:14.4pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:21.6pt;margin-bottom:.0001pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#333333;letter-spacing:-.2pt;mso-ansi-language: ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;Menetapkan tujuan seperti &amp;quot;dapat hidup dengan nyaman&amp;quot; bukan merupakan tujuan yang jelas. Contoh tujuan yang spesifik seperti &amp;quot;hidup dengan nyaman dengan memiliki fasilitas kartu kredit gold, memiliki 2 buah mobil, kondominium, dan country club dengan fasilitas golf&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:3.6pt;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:14.4pt;margin-bottom:.0001pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;color:#333333;letter-spacing:-.2pt;mso-ansi-language:ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#333333;letter-spacing: -.2pt" lang="EN-US"&gt;4. Tentukan target waktu pencapaian&lt;br /&gt;Dengan menentukan waktu yang jelas, Anda akan merasakan sense of urgency untuk mencapai tujuan­tujuan Anda. Jika tidak ada target waktu yang jelas, kebanyakan orang akan cenderung menunda­-nundanya sehingga akibatnya Anda tidak akan pernah tahu kapan Anda akan mencapai target yang telah ditetapkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:3.6pt;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:14.4pt;margin-bottom:.0001pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;color:#333333;letter-spacing:-.2pt" lang="EN-US"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#333333;letter-spacing: -.2pt;mso-ansi-language:ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;5. Lakukan prioritas tujuan&lt;br /&gt;Mempunyai banyak tujuan tanpa prioritas akan membingungkan Anda, sebaiknya Anda melakukan prioritas tujuan dengan cara mengidentifikasi mana saja tujuan yang paling utama dan harus segera dicapai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:10.8pt;margin-right:14.4pt;margin-bottom: 0cm;margin-left:14.4pt;margin-bottom:.0001pt;mso-line-height-alt:10.2pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#333333;letter-spacing:-.2pt; mso-ansi-language:ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;C. Rencanakan Dengan Realistis dan Sistematis&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Rencanakan keuangan Anda dengan realistis dan terperinci sehingga langkah yang Anda ambil adalah nyata untuk mencapai tujuan Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;D. Penerapan Rerxana Keuangan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:3.6pt;margin-right:0cm;margin-bottom:0cm; margin-left:14.4pt;margin-bottom:.0001pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;color:#333333;letter-spacing:-.2pt;mso-ansi-language:ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;Ketika Anda telah membangun rencana keuangan Anda, penerapannya harus dilakukan. Tantangannya adalah Anda harus disiplin sesuai dengan kerangka waktu yang teiah ditetapkan. Cara mempertahankan disiplin adalah dengan memantau setiap kemajuan yang dicapai dari waktu ke waktu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:10.8pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 0cm;margin-left:14.4pt;margin-bottom:.0001pt" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;color:#333333;letter-spacing:-.2pt;mso-ansi-language: ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;E. Monitar dan Revisi&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;color:#333333;letter-spacing:-.2pt;mso-ansi-language:ES-TRAD" lang="ES-TRAD"&gt;&lt;br /&gt;Sangat penting untuk memonitor kemajuan yang telah Anda capai dalam proses perencanaan keuangan. Jika Anda masih jauh dari target yang Anda tetapkan, segera lakukan koreksi untuk memastikan bahwa tujuan Anda masih dapat dicapai dalam target waktu Anda. Atau koreksi tujuan Anda jika ternyata kondisi keuangan Anda berubah sehingga tujuan keuangan Anda menjadi tidak realistis&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-201095218386887287?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/201095218386887287/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=201095218386887287' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/201095218386887287'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/201095218386887287'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/proses-perencanaan-keuangan.html' title='PROSES PERENCANAAN KEUANGAN'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-2972378038587192392</id><published>2008-06-16T06:23:00.005-07:00</published><updated>2008-06-16T06:23:39.809-07:00</updated><title type='text'>STRATEGI MENGAMBIL KREDIT PEMILIKAN RUMAH</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Dikutip dari&lt;/span&gt; &lt;span style="text-decoration:underline;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana; color:purple"&gt;Tabloid NOVA No. 697/XIV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Dua nomor lalu kita telah membahas tentang persiapan apa yang harus Anda lakukan bila ingin membeli rumah. Sekarang, kita akan membahas tentang apa yang harus Anda lakukan bila Anda ingin membeli rumah secara kredit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Seperti yang pernah saya tulis sebelumnya, pembelian rumah bisa dilakukan dengan dua macam cara: tunai maupun kredit. Anda bisa membeli rumah secara tunai bila Anda memiliki uang yang nilainya sama dengan harga rumah yang Anda inginkan. Sebagai contoh, bila harga rumah adalah Rp 100 juta (bangunan plus tanah), maka Anda bisa membeli rumah tersebut secara tunai bila Anda memang punya uang tunai sebesar Rp 100 juta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Masalahnya, kebanyakan keluarga yang tingkat ekonominya menengah ke bawah seringkali tidak memiliki uang tunai sebanyak itu. Jumlah uang tunai yang mereka punya mungkin hanya 60%-nya, 40%-nya, atau bahkan mungkin cuma 30%-nya. Lalu bagaimana solusinya? Solusinya adalah dengan membeli rumah tersebut secara kredit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Sekarang, bisa tidak Anda mengambil kredit? Kalau Anda datang ke bank, maka bank biasanya memiliki produk kredit yang bisa dimanfaatkan untuk membeli rumah. Nama produk ini adalah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. Untuk bisa mengambil KPR, maka bank biasanya tidak akan mau membayari rumah Anda 100%. Mereka hanya akan membayari rumah Anda sekitar 70% dari harga&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;rumah, sisanya yang 30% harus Anda bayar sendiri dari kantong Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bagaimana caranya? Kalau harga rumah yang Anda inginkan adalah Rp 100 juta, maka Anda harus membayar dulu 30%-nya dari kantong Anda (dalam contoh ini berarti Rp 30 juta). Setelah itu, barulah bank akan melunasi sisanya yang 70% (yaitu Rp 70 juta). Disini, jumlah 30% yang Anda bayar dianggap oleh bank sebagai Uang Muka (Down Payment = DP), dan jumlah 70% yang dipinjamkan bank untuk membayar sisa harga rumah akan menjadi hutang bagi Anda yang harus Anda cicil pembayarannya, tentunya disertai dengan bunga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Pertanyaan berikutnya, apakah Anda punya dana yang cukup untuk membayar Uang Muka yang 30% itu? Kalau ya, bagus. Ini berarti Anda tinggal melanjutkan ke langkah yang berikutnya, yaitu mengajukan Permohonan KPR (Kredit Pemilikan Rumah) ke bank. Tetapi bagaimana bila Anda tidak memiliki dana untuk membayar Uang Muka tersebut? Ini berarti Anda harus menabungnya terlebih dahulu, dan jangan memaksakan diri untuk mengajukan Permohonan KPR sekarang juga. Ingat sekali lagi, bank hanya akan memberikan kredit bila Anda mau membayar jumlah sebesar 30%-nya terlebih dahulu. Kalau Anda tidak punya uang yang 30%-nya itu, maka Anda harus menabungnya lebih dulu. &lt;strong&gt;Mengajukan Permohonan KPR ke Bank&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Oke, Anda sudah melihat-lihat rumah dan sudah tahu harganya. Anda juga sudah menghitung bahwa Anda punya cukup dana untuk bisa membayar porsi yang 30% sebagai Uang Muka Rumah. Sekarang, Anda memutuskan untuk mengajukan Permohonan KPR kepada bank.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Pada saat ini, sebagian besar bank pada umumnya menyediakan fasilitas KPR. Anda bisa datang ke salah satu bank yang lokasinya dekat dengan tempat tinggal Anda, datang ke Customer Service-nya dan mengutarakan maksud Anda. Mereka biasanya akan menyerahkan sebuah Formulir Permohonan KPR untuk Anda bawa pulang dan isi, untuk lalu diserahkan lagi kepada bank. Di situlah bank akan membaca jawaban Anda dan menganalisanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;O ya, tidak semua Permohonan KPR dari calon nasabah akan diterima oleh bank. Ini karena bank biasanya mempunyai kriteria sendiri dalam meluluskan Formulir Permohonan KPR yang masuk kepada mereka. Apa saja kriterianya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;1. Orang tersebut harus berusia maksimal 50 tahun ketika mengajukan Permohonan KPR kepada bank.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;2. Orang yang bersangkutan harus sudah bekerja dan memiliki penghasilan, yang dibuktikan dengan adanya dokumen-dokumen tertentu. Penghasilan tersebut minimal besarnya harus 3 kali dari jumlah cicilan KPR yang diinginkan tiap bulannya, bila KPR tersebut diluluskan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;3. Bila orang itu pernah memiliki hutang di tempat lain, maka orang itu harus memiliki sejarah pembayaran kredit yang baik di sana, terutama pada masa duabelas bulan terakhir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Strategi agar Permohonan KPR Bisa Diterima&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Nah, melihat kriteria-kriteria tersebut, ada baiknya kalau Anda memiliki strategi khusus sebelum mengajukan Permohonan KPR kepada bank. Tujuannya agar Permohonan KPR Anda bisa diluluskan oleh pihak bank. Karena itu, ada tiga hal yang harus diperhatikan sebelum Anda mengajukan Permohonan KPR kepada bank:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;1. &lt;strong&gt;Siapkan dokumen keuangan yang diperlukan:&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Siapkan dokumen keuangan yang pasti (atau hampir pasti) akan diminta oleh pihak bank. Apa itu? Bila Anda adalah seorang karyawan yang bekerja di perusahaan, maka dokumen yang akan diminta oleh bank adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;a. Surat Keterangan Bekerja di Perusahaan (minimal Anda harus sudah bekerja di perusahaan tersebut selama 2 tahun)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;b. Slip Gaji Asli c. Catatan Rekening Bank (minimal selama 3 bulan terakhir)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bila Anda adalah seorang wiraswastawan, maka dokumen yang akan diminta oleh bank adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;a. Daftar Pelanggan Anda (bila memungkinkan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;b. Daftar Pemasok Anda (bila usaha Anda bersifat usaha dagang)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;c. Bukti Transaksi Keuangan Anda dengan Pelanggan (seperti bon atau faktur)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;d. Catatan Rekening Bank (minimal selama 3 bulan terakhir)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;e. NPWP (Nomor Pokok Wajib Pajak)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;f. SIUP (Surat Izin Usaha Perdagangan) bila usaha Anda bersifat usaha dagang)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;g. TDP (Tanda Daftar Perusahaan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bila Anda adalah seorang profesional, maka dokumen yang akan diminta oleh bank adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;a. Daftar Pelanggan atau klien Anda (bila memungkinkan)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;b. Bukti Transaksi Keuangan Anda dengan Pelanggan (seperti bon atau faktur)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;c. Catatan Rekening Bank (minimal selama 3 bulan terakhir)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;d. NPWP&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;e. Surat Izin Praktek (untuk beberapa profesi tertentu)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;2. &lt;strong&gt;Siapkan kelengkapan dokumen dari jaminan yang akan diajukan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bila Anda membeli rumah secara kredit, maka rumah yang akan dibeli tersebut biasanya akan diminta oleh bank untuk dijaminkan kepada mereka. Ini berarti, apabila Anda tidak bisa meneruskan pembayaran cicilan KPR Anda (macet dan tidak ada penyelesaiannya), maka rumah itu akan disita oleh bank untuk mengganti sisa hutang yang belum Anda bayar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Itulah sebabnya, adalah penting bagi bank untuk memeriksa lebih dulu kelengkapan dokumen dari rumah yang akan dijaminkan tersebut. Apa saja dokumen itu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;a. Sertifikat Tanah&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;b. Sertifikat IMB + Blue Print (cetak biru gambar rumah tersebut)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;c. SPPT PBB Tahun terakhir&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Dengan demikian, selama Anda membayar Cicilan KPR Anda, maka dokumen-dokumen tersebut akan disimpan oleh bank sampai cicilan KPR Anda lunas. Jadi, pastikan Anda mengecek terlebih dahulu kelengkapan dari dokumen-dokumen tersebut sebelum Anda mengajukan Permohonan KPR Anda kepada bank.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;3. &lt;strong&gt;Perbaiki Penampilan Keuangan Anda&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Anda juga perlu memperbaiki penampilan keuangan Anda agar bank bisa menangkap &amp;quot;kesan&amp;quot; yang baik terhadap keuangan Anda. Dengan memperbaiki penampilan keuangan Anda, maka akan makin besar kemungkinannya bahwa bank akan menerima permohonan KPR Anda. Karena itu, di bawah ini adalah sejumlah hal yang harus diperhatikan dalam memperbaiki penampilan keuangan Anda:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;a. Perbaiki Catatan Rekening Bank yang Anda miliki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bila Anda bekerja sebagai karyawan, bank akan meminta slip gaji sebagai bukti bahwa Anda memang memiliki penghasilan sebesar jumlah tertentu setiap bulannya. Namun demikian, jangan lupa bahwa bank mungkin tidak akan percaya begitu saja kepada slip gaji tersebut. Bank biasanya masih akan meminta catatan rekening bank Anda (biasanya berupa laporan rekening koran atau buku tabungan) untuk membuktikan apakah memang benar ada uang masuk sejumlah nilai yang persis sama seperti apa yang tercantum dalam slip gaji Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Sekarang, bila Anda biasa mendapatkan penghasilan secara tunai (bukan transfer), (entah apakah Anda bekerja sebagai karyawan, profesional, atau wiraswastawan) maka usahakan untuk menyetorkan penghasilan tersebut lebih dulu ke rekening Anda, sebelum Anda menggunakannya untuk membayar pengeluaran Anda sehari-hari. Dengan demikian, bank dapat membuktikan bahwa Anda memang memiliki penghasilan secara rutin sebesar minimal sekian rupiah setiap bulannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Dan, kalau bisa, usahakan agar catatan rekening bank tersebut menunjukkan adanya pemasukan sekitar minimal tiga sampai enam bulan terakhir penghasilan Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;b. Lancarkan pembayaran hutang Anda di tempat lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Kalau Anda punya hutang di tempat lain (seperti Hutang Kartu Kredit atau hutang kepada bank lain), usahakan agar pembayaran tagihannya tidak sampai macet. Sebagai informasi saja untuk Anda, bank bisa menganalisa dan mempunyai cara tersendiri dalam memperkirakan kondisi keuangan Anda yang sebenarnya, salah satunya adalah apakah Anda pernah macet atau tidak dalam membayar hutang di tempat lain. Jika diperkirakan bahwa Anda pernah macet dalam membayar hutang Anda di tempat lain, bisa-bisa permohonan kredit Anda akan ditolak karena bank takut hal yang sama bisa terulang kepada mereka. Jadi sekali lagi, lancarkan pembayaran hutang Anda di tempat lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Nah, sekarang bagaimana bila Anda ternyata pernah macet dalam membayar tagihan hutang di tempat lain? Kalau itu baru-baru saja terjadi, maka Anda sebaiknya menunda permohonan KPR Anda dan melancarkan dulu pembayaran hutang di tempat lain itu sampai dengan - paling tidak duabelas bulan ke depan. Setelah duabelas bulan, baru ajukan lagi permohonan KPR Anda kepada bank, karena walaupun Anda pernah punya tagihan macet di tempat lain, tapi diharapkan kondisi keuangan Anda sudah baik kembali dalam duabelas bulan itu. Sekali lagi, bank bisa menganalisa dan mempunyai cara tersendiri untuk memperkirakan kondisi keuangan Anda yang sebenarnya, salah satunya adalah apakah baru-baru ini Anda pernah macet dalam membayar hutang di tempat lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;c. Atur proporsi cicilan hutang Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Perhatikan bahwa bank mungkin - akan menolak Permohonan KPR Anda bila total cicilan hutang Anda (termasuk cicilan KPR Anda apabila diluluskan) adalah sebesar sepertiga (atau sekitar 33%) dari penghasilan Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Sebagai contoh, bila penghasilan rutin Anda Rp 2 juta per bulan, lalu tiap bulan, Anda mencicil ini dan itu di tempat lain sebesar sekitar Rp 600 ribu setiap bulan. Ini berarti, total cicilan hutang Anda setiap bulan sudah memakan sekitar 30% dari penghasilan rutin Anda yang Rp 2 juta per bulan. Nah, andaikata permohonan KPR Anda diterima oleh bank dan Anda harus membayar tambahan cicilan KPR sebesar misalnya Rp 400 ribu sebulan, maka ini berarti total cicilan hutang Anda adalah Rp 1 juta (atau memakan porsi sekitar 50% dari Penghasilan Rutin Anda). Di sinilah bank mungkin akan menolak Permohonan KPR Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Ini karena bank berpendapat bahwa bila total cicilan hutang Anda memakan porsi yang lebih besar daripada sepertiga penghasilan rutin Anda, maka bank &amp;quot;takut&amp;quot; bahwa Anda jadi kesulitan membayar pengeluaran rumah tangga Anda yang lain, sehingga mungkin akan tergoda untuk mengambil porsi yang seharusnya digunakan untuk membayar cicilan KPR. Buntutnya, ditakutkan cicilan KPR tidak bisa terbayar setiap bulannya karena uangnya dipakai untuk membayar pengeluaran rumah tangga.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:36.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Jadi bila pada saat ini Anda sudah punya Cicilan Hutang yang totalnya sudah mencapai 33% dari penghasilan rutin Anda, jangan harap permohonan KPR Anda bisa diterima. Kurangi dulu porsi cicilan hutang yang 33% tersebut, baru Anda bisa &lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;mengharapkan agar Permohonan KPR Anda bisa diterima. Sekali lagi, bagi bank, Cicilan semua hutang Anda, plus cicilan KPR Anda (apabila diluluskan), harus memakan porsi maksimal sebesar 1/3 atau 33% dari Penghasilan Rutin Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-2972378038587192392?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/2972378038587192392/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=2972378038587192392' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/2972378038587192392'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/2972378038587192392'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/strategi-mengambil-kredit-pemilikan.html' title='STRATEGI MENGAMBIL KREDIT PEMILIKAN RUMAH'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-1877071527441220628</id><published>2008-06-16T06:23:00.003-07:00</published><updated>2008-06-16T06:23:37.418-07:00</updated><title type='text'>CICIL MOBIL BEBAS BUNGA</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Oleh: Ahmad Gozali&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Dikutip dari Majalah Alia&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Kebutuhan untuk memiliki kendaraan sendiri bagi sebuah keluarga semakin lama semakin meningkat. Sepertinya hal ini juga berhubungan dengan kebutuhan akan perumahan. Kebutuhan akan rumah yang sangat tinggi membuat harga rumah menjadi semakin mahal. Bagi keluarga muda yang ingin memiliki rumah sendiri, mau tidak mau harus memilih lokasi perumahan yang sedikit lebih jauh di pinggiran kota dimana harganya bisa lebih murah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Karena untuk mendapatkan rumah yang murah berarti harus rela dengan lokasi yang jauh, maka kebutuhan akan kendaraan pun menjadi semakin tinggi. Semakin murah rumah, biasanya juga semakin jauh lokasinya. Dan semakin jauh lokasinya, semakin besar pula kebutuhan akan kendaraan. Baik itu mobil ataupun sepeda motor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Tentu saja cukup berat untuk bisa membeli kendaraan secara tunai, apalagi kendaraan berupa mobil yang harganya sama mahalnya dengan harga rumah. Itu berarti kita lagi-lagi perlu membelinya secara mencicil saja. Dan kalau yang namanya beli cicil, biasanya kena bunga. Dan yang namanya bunga, tentu saja tidak diperbolehkan untuk umat Islam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Lalu bagaimana dong solusinya? Jangan khawatir, bank syariah sudah bisa memberikan jawaban akan masalah ini. Tidak mau kalau dengan bank konvensional atau perusahaan leasing, bank syariah juga punya produk untuk pembiayaan kepemilikan kendaraan sendiri. Baik itu kendaraan berupa sepeda motor maupun mobil.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Kalau di bank konvensional, kita sudah biasa dengar yang namanya KPM atau Kredit Kepemilikan Kendaraan Bermotor. Sesuai dengan namanya, transaksinya adalah kredit. Yaitu kita meminjam uang dari bank untuk membeli kendaraan, selanjutnya hutang tersebut dibayar kembali dengan ditambah bunga. Tambahan berupa bunga inilah yang bermasalah dalam syariat Islam. Begitu juga kalau kita mencicil kendaraan di perusahaan multifinance, transaksinya adalah sewa-beli. Yaitu kita menyewa kendaraan selama beberapa waktu dan membelinya di akhir periode. Harga sewanya dihitung dengan menggunakan bunga, dan kalau terlambat bayar dikenakan juga bunga tambahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;The Syariah Way&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Beda halnya kalau datang ke bank syariah, kita bisa beli kendaraan dengan mencicil bebas bunga. Tapi jangan salah kaprah, bebas bunga bukan berarti harganya sama dengan harga beli tunai. Maksudnya bebas bunga adalah tidak ada tambahan keuntungan berupa bunga. Bank syariah mengambil untung dengan cara jual beli atau dari biaya sewa, bebas bunga dan lebih berkah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Ada&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;dua macam traksaksi atau akad yang bisa diterapkan oleh bank syariah untuk pembiayaan kendaraan. Akad pertama yaitu akan murabahah atau jual beli tangguh. Dan yang kedua yaitu akad Ijarah Muntanhia BitTamlik (IMBT) atau akad sewa menyewa dengan perjanjian perpindahan hak milik, atau untuk gampangnya sebut saja ini sebagai leasing syariah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Untuk akad IMBT, transaksinya mirip dengan leasing konvensional. Hanya saja pada IMBT tidak ada mekanisme bunga yang berlaku untuk pembayaran sewa dan denda. Sedangkan untuk akad murabahah, akadnya sama saja dengan akad murabahah untuk rumah yang sudah kita bahas beberapa bulan yang lalu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Contoh kasus berikut bisa memberikan gambaran yang lebih ditel lagi mengenai hal ini:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Adit adalah seorang supervisor yang lebih banyak bekerja di lapangan untuk mengawasi bawahannya. Untuk menunjang pekerjaannya tersebut, ia membutuhkan sebuah mobil. Dengan penghasilannya yang Rp 10 juta per bulan, ia sudah menghitung bahwa ia bisa menyisihkan Rp 2 juta – Rp 3 juta per bulan untuk mencicil mobil. Ia pun mulai melakukan survey ke beberapa dealer mobil dan menemukan beberapa pilihan kendaraan yang cocok untuknya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Setelah itu ia datang ke bank syariah dan mengajukan pembiayaan untuk pembelian sebuah mobil yang diidamkannya. Tidak lupa tentunya ia melengkapi juga syarat-syarat yang diperlukan yaitu identitas dirinya seperti fotokopi KTP Adit sendiri &amp;amp; istrinya, Surat Nikah, Kartu Keluarga, dll. Lalu bukti penghasilannya berupa slip gaji 2 bulan terakhir beserta bukti pemotongan pajak oleh perusahaan dan rekeningnya di bank. Serta tentunya tipe kendaraan yang diinginkannya beserta daftar harga yang dikeluarkan oleh dealer.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Setelah menilai kelayakannya, bank lalu meminta komitmen keseriusan Adit yaitu dengan memintanya untuk membayar uang muka sebesar Rp 20 juta untuk mobil Avanza Rp 100 juta yang diinginkannya. Mereka pun lalu menyepakati margin bank sebesar 50% untuk jangka waktu 5 tahun. Ini artinya, bank membeli Avanza dari dealer seharga Rp 100 juta dan menjualnya lagi pada Adit seharga Rp 20 juta dimuka, ditambah Rp 120 juta dicicil selama 60 bulan. Berikut ini perhitungannya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Harga mobil dari dealer : Rp 100 juta Uang muka Adit : Rp 20 juta - Pembiayaan bank : Rp 80 juta Margin bank (80 juta x 50%) : Rp 40 juta + Saldo hutang Adit ke Bank : Rp 120 juta&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Cicilan (60 bulan) : Rp 120 juta = Rp 2 juta/bulan= 60 bulan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Selain uang muka, biasanya juga ada biaya tambahan seperti asuransi, provisi, administrasi dan lain sebagainya yang harus ditanggung oleh Adit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Syarat &amp;amp; kelangkapan administrasi:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Biasanya bank hanya akan menyetujui pembiayaan untuk karyawan yang sudah bekerja sebagai karyawan tetap setidaknya selama 2 tahun dengan gaji bulanan setidaknya 3 kali lipat dari cicilan. Sedangkan untuk pengusaha, bank hanya mau jika usahanya punya kelengkapan dokumen usaha dan perizinan. Begitu juga dengan pekerja profesional, ia harus punya sertifikasi yang diperlukan dan izin praktek.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Pada dasarnya, ada beberapa persyaratan dan kelengkapan administrasi yang harus dipenuhi oleh seorang konsumen yang ingin mendapatkan pembiayaan. Tentu saja ini adalah yang umum-umum saja, karena setiap bank biasanya juga punya kebijakan sendiri yang bisa jadi berbeda-beda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;•&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Identitas diri dan pasangan Untuk seseorang yang sudah berkeluarga, pembiayaan yang diajukan harus atas persetujuan bersama. Maka dokumen yang dibutuhkan diantaranya yaitu foto kopi KTP sendiri &amp;amp; pasangan, surat nikah, kartu keluarga, dan surat persetujuan dari pasangan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;•&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bukti bekerja dan penghasilan Untuk karyawan, bank akan meminta surat keterangan bekerja atau SK Pengangkatan dari perusahaan. Dan tentu saja slip gajinya. Sebagai pendukung, bank juga biasanya minta foto kopi buku tabungan atau rekening koran di bank.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;•&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bukti usaha/praktek profesi Untuk pengusaha: SIUP, Domisili, TDP, dll. Untuk pekerja mandiri: Sertifikasi profesi, izin praktek, dll.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;•&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;NPWP Untuk pembiayaan diatas Rp 50 juta, harus memiliki NPWP. Kecuali karyawan, cukup dengan bukti pemotongan pajak oleh perusahaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;•&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Jaminan/agunan Untuk pembiayaan tertentu, bank bisa meminta agunan/jaminan tambahan. Sedangkan untuk pembiayaan kendaraan, agunannya cukup kendaraan itu sendiri. Itulah makanya bank akan menyimpan BPKB kendaraan tersebut sampai cicilannya lunas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Salam Ahmad Gozali Perencana Keuangan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-1877071527441220628?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/1877071527441220628/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=1877071527441220628' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/1877071527441220628'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/1877071527441220628'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/cicil-mobil-bebas-bunga.html' title='CICIL MOBIL BEBAS BUNGA'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-1801408965756325471</id><published>2008-06-16T06:23:00.001-07:00</published><updated>2008-06-16T06:23:36.018-07:00</updated><title type='text'>PERSIAPAN MEMBELI RUMAH</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Dikutip dari&lt;/span&gt; &lt;span style="text-decoration:underline;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana; color:purple"&gt;Tabloid NOVA No. 695/XIV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Rini baru saja menidurkan Adit, putranya yang berusia 3 tahun ketika suaminya, Indra, menghampirinya dan berkata, &amp;quot;Ma, aku rasa sudah waktunya kita punya rumah sendiri.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Ah, bertahun-tahun rasanya kalimat itu sangat diharapkan Rini keluar dari mulut suaminya. Betapa tidak, setelah 5 tahun perkawinan mereka, Indra tidak pernah benar-benar menyatakan berniat untuk memiliki rumah. Sampai saat ini mereka memang masih tinggal bersama orang tua Indra. Walaupun mertuanya sangat menyayanginya, sebetulnya Rini lebih senang jika bisa tinggal di rumah sendiri. Lagi pula Adit yang selama ini tidur bersama mereka, sepertinya sudah mulai pantas untuk punya kamar sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Pembaca, bila kita bertanya kepada setiap orang yang belum memiliki rumah, hampir semuanya spontan mengatakan bahwa akan lebih baik bila mereka bisa memiliki rumah sendiri dibanding sekadar menyewa. Alasannya bisa bermacam-macam. Saya di sini tidak ingin bicara tentang apa untung ruginya memiliki rumah sendiri dengan hanya menyewa saja. Karena sekali lagi, ada banyak sebab yang melatarbelakangi timbulnya keinginan untuk memiliki rumah sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Oke, keinginan, sih, keinginan. Tapi saya rasa tidak semua dari Anda punya cukup uang, kan, untuk bisa memenuhi keinginan tersebut? Ini karena kondisi keuangan masing-masing dari Anda berbeda-beda. Tidak jadi masalah bagi Anda yang pada saat ini&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;sudah memiliki dana yang cukup untuk bisa membeli rumah. Tapi bagaimana bagi Anda yang belum memiliki dana yang cukup pada saat ini? &lt;strong&gt;Kapan Saat yang Tepat untuk Membeli Rumah?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bagi Anda yang pada saat ini belum memiliki rumah, kapan sih saat yang tepat bagi Anda untuk membelinya? Sebetulnya tidak ada jawaban yang pasti. Sejumlah peristiwa yang terjadi dalam kehidupan Anda mungkin adalah pertanda bahwa sudah saatnya bagi Anda untuk membeli sebuah rumah. Misalnya saja, rencana menikah atau bertambahnya anggota keluarga mungkin merupakan suatu pertanda bahwa Anda mungkin sudah harus memiliki rumah sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Perhatikan bahwa membeli rumah, baik bagi yang baru pertama kali maupun bagi yang sudah beberapa kalinya, selalu merupakan suatu keputusan penting yang perlu pemikiran matang. Iya dong, karena dengan membeli rumah, maka Anda mungkin harus memiliki suatu komitmen jangka panjang. Kalau nanti rumah Anda rusak-rusak pada tahun kelima, ketujuh atau kesembilan, Anda kan tetap harus keluar uang untuk memperbaikinya kan? Itulah yang dimaksud dengan komitmen jangka panjang, yaitu bahwa apa pun yang terjadi dengan rumah itu, selama rumah itu adalah milik Anda, maka Anda harus merawatnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bagi Anda yang membeli rumah secara kredit, maka Anda mungkin harus membayar cicilan rumah dengan jangka waktu yang bervariasi, mulai dari satu, tiga, lima, hingga 15 tahun lamanya. Belum lagi Anda juga harus membayar biaya-biaya lain yang mungkin muncul di tengah jalan, seperti perawatan rumah, renovasi, perluasan, dan lain-lain sehingga dalam perjalanannya nanti rumah Anda mungkin akan terus menyesuaikan diri dengan gaya hidup Anda sekeluarga. &lt;strong&gt;Bagi Sebagian Orang, Punya Rumah adalah Impian&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Jika ditinjau dari fungsinya, rumah semata-mata adalah tempat bernaung. Jangan lupa bahwa memiliki tempat untuk bernaung merupakan kebutuhan dasar manusia yang harus terpenuhi seperti layaknya makanan dan pakaian. Kalau Anda butuh makan dan butuh pakaian, maka Anda juga perlu tempat untuk bernaung.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bagi kebanyakan orang, memiliki rumah adalah suatu impian yang sudah ada dalam benak mereka sejak jauh-jauh hari, di mana seringkali impian itu terbentuk dari pengalaman hidup mereka. Mungkin saja seseorang yang di masa kecilnya tidak mempunyai halaman untuk bermain ingin sekali memiliki rumah dengan halaman yang luas. Di lain pihak, bagi orang yang kebetulan dilahirkan sebagai anak tunggal mungkin saja menginginkan rumah mungil yang asri dan nyaman.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Karena itu, tidak ada rumusan yang tepat ketika berbicara tentang seperti apa rumah idaman itu, karena rumah dengan model seperti ini mungkin cocok untuk orang dengan tipe ini tetapi belum tentu cocok untuk orang dengan tipe itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Namun demikian, terkadang kita dihadapkan pada kenyataan bahwa secara ekonomi kita belum mampu memiliki rumah, tidak peduli bahwa kebutuhan untuk punya rumah sendiri mungkin sudah sangat mendesak sekalipun. Belum lagi ditambah dengan adanya keinginan kuat untuk mewujudkan rumah idaman dengan model ini atau itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Yang pasti, ketika Anda sudah memutuskan untuk membeli rumah, maka selalu ada banyak hal yang perlu dipertimbangkan, seperti kondisi ekonomi, kecenderungan turun naiknya harga rumah, bunga kredit bank dan yang paling penting kondisi keuangan Anda. Sudah cukup amankah penghasilan Anda? Berapa jumlah tabungan Anda saat ini? Berapa jumlah pengeluaran rutin Anda? Dan lain sebagainya dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Pada tulisan kali ini, saya akan membahas tentang langkah-langkah persiapan apa yang harus Anda lakukan bila Anda memutuskan untuk membeli rumah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;1. &lt;strong&gt;Putuskan rumah seperti apa yang Anda inginkan dan cobalah mencarinya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Ada&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;baiknya bila Anda terlebih dahulu mengambil kertas dan menuliskan apa yang sebetulnya menjadi kebutuhan Anda yang bisa dipenuhi dalam rumah itu, seperti berapa jumlah kamar yang Anda inginkan? Berapa jumlah kamar mandinya? Sebesar apa halamannya? Haruskah rumah itu memiliki garasi? Seperti apa kondisi atap yang Anda inginkan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Setelah itu, coba tuliskan juga fasilitas-fasilitas umum macam apa yang Anda inginkan disekitar rumah Anda, apakah rumah Anda harus berada di pinggir jalan raya? Apakah Anda ingin agar rumah Anda dekat dengan rumah ibadah? Atau apakah Anda ingin agar ada sekolah di dekat rumah Anda?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Setelah menuliskannya, tiba waktunya bagi Anda untuk mulai mencari rumah yang memenuhi atau paling tidak mendekati keinginan Anda. Mungkin ada baiknya bila Anda datang ke berbagai pameran rumah karena disana Anda bisa mendapatkan banyak sekali informasi rumah dari para sales yang siap membantu Anda. Ditambah lagi, di pameran biasanya juga ditawarkan potongan harga yang cukup besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Tentu saja, sebaiknya Anda tidak langsung percaya pada gambaran kondisi rumah yang tertera pada brosur penjualan atau maket di pameran tersebut, karena dalam prakteknya seringkali kenyataannya berbeda dengan apa yang ada di lapangan. Apa yang harus Anda lakukan adalah dengan datang ke lokasi dan melihatnya sendiri. Malah kalau perlu, buat sejumlah foto dari rumah-rumah tersebut pada saat kunjungan agar bisa Anda pelajari sendiri foto-foto tersebut di rumah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 13.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Lihatlah beberapa rumah sekaligus, karena makin banyak kemungkinan yang Anda lihat akan makin baik. Bandingkan satu dengan yang lain, sehingga dari situ Anda akan memiliki gambaran tentang rumah mana yang terbaik untuk Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:-18.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;2. &lt;strong&gt;Lihat berapa harga rumah dan berapa jumlah yang harus Anda bayar untuk bisa membelinya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Kita anggap saja Anda sudah tahu tentang rumah mana yang Anda inginkan. Setelah itu, tanyakan berapa harganya. Jangan kaget kalau harganya mahal, karena rumah sebetulnya adalah salah satu pembelian terbesar yang mungkin pernah Anda lakukan dalam hidup Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 13.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Oh ya, kadang-kadang mungkin ada biaya-biaya lain juga lho yang harus Anda bayar. Contohnya seperti Biaya Pemesanan (booking fee), Akte Jual Beli, Biaya Balik Nama Serfikat, Biaya Jasa Notaris dan lain sebagainya. Jadi sebetulnya, tidak hanya harga rumah itu saja yang harus Anda bayar, tetapi ada biaya-biaya lain juga yang harus Anda antisipasi sehingga dari sini Anda bisa menghitung berapa jumlah keseluruhan yang harus Anda bayar untuk bisa mendapatkan rumah yang Anda inginkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:-18.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;3. &lt;strong&gt;Hitung berapa jumlah dana yang Anda miliki saat ini&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 13.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Setelah tadi Anda melihat rumah yang Anda inginkan dan menanyakan harganya, sekarang cobalah menghitung berapa jumlah dana yang Anda miliki pada saat ini. Dana tersebut bisa berasal dari tabungan, deposito atau dari koleksi investasi Anda yang lain. Kemudian, barulah kita masuk ke langkah berikut&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:-18.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;4. &lt;strong&gt;Putuskan apakah Anda akan membeli secara tunai atau kredit&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Anda sudah menghitung berapa jumlah dana yang Anda miliki pada saat ini. Dari situ, sekarang pertanyaannya adalah: apakah dana Anda cukup untuk bisa membeli rumah tersebut secara tunai? Kalau ya, bagus. Anda mungkin bisa langsung membeli rumah tersebut dan persoalannya selesai. Bagaimana bila Anda tidak memiliki uang yang cukup untuk membeli rumah tersebut secara tunai? Jelas Anda harus ambil kredit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 13.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Kalau Anda datang ke bank, maka bank biasanya memiliki produk kredit yang bisa dimanfaatkan untuk membeli rumah. Nama produk ini adalah KPR atau Kredit Pemilikan Rumah. Untuk bisa mengambil KPR, maka bank biasanya tidak akan mau membayari rumah Anda 100%. Mereka hanya akan membayari rumah Anda sekitar 70% dari harga rumah, sisanya yang 30% harus Anda bayar sendiri dari kantong Anda. Bagaimana caranya? Kalau harga rumah yang Anda inginkan adalah Rp 100 juta, maka Anda harus membayar dulu 30%-nya dari kantong Anda (dalam contoh ini berarti Rp 30 juta). Setelah itu, barulah bank akan melunasi sisanya yang 70% (yaitu Rp 70 juta). Di sini, jumlah 30% yang Anda bayar dianggap oleh bank sebagai Uang Muka (Down Payment = DP)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:-18.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;5. &lt;strong&gt;Siapkan dananya&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Sekarang, bagaimana kalau dana yang Anda miliki tidak cukup untuk bisa membayar Uang Muka yang 30% itu? Boro-boro bisa bayar yang 30 %, wong untuk bayar 10 %-nya saja enggak cukup Gimana dong kalau begitu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bila demikian, maka Anda mungkin harus menabung secara rutin untuk bisa mengumpulkan uang muka tersebut. Sebagai contoh, kalau harga rumah yang Anda inginkan adalah Rp 100 juta, 30 %-nya berarti Rp 30 juta. Nah, kalau dana Anda saat ini cuma Rp 5 juta, ini berarti Anda harus menabung untuk bisa mengumpulkan sisanya yang Rp 25 juta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Di lain pihak, bisa saja Anda menabung bukan untuk membayar Uang Muka, tetapi untuk membayar rumah tersebut secara tunai 100 %. Walaupun mungkin hal ini bisa memakan waktu lama, tetapi dengan demikian Anda tidak perlu ambil kredit lagi kan? Dalam contoh di atas, ini berarti Anda harus menabung sampai bisa mengumpulkan Rp 100 juta dalam rekening Anda agar bisa membeli rumah tersebut secara tunai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Tapi awas, jangan lupa untuk memasukkan unsur inflasi dalam perhitungan Anda. Artinya, harga rumah pada saat ini adalah Rp 100 juta. Anda lalu memutuskan untuk menabung selama satu tahun agar dana Rp 100 juta tadi bisa terkumpul. Tapi, mungkin saja setelah satu tahun harga rumah tersebut sudah naik sekitar sepuluh, duapuluh, atau tiga puluh persen. Jadi, jumlah yang harus Anda tabung bukan lagi Rp 100 juta, tetapi sebaiknya mungkin - sekitar Rp 130 juta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Pada nomor mendatang, kita akan membahas tentang strategi apa yang harus Anda tempuh bila Anda ingin membeli rumah melalui jalur kredit. Kasarnya, bagaimana strateginya agar Permohonan KPR Anda bisa diterima oleh bank.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;TAWAR, TAWAR, TAWAR&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bila Anda membeli rumah dari pengembang (developer), maka rumah tersebut biasanya masih baru, berada di kompleks perumahan dan belum pernah ditempati sama sekali. Untuk rumah seperti ini, biasanya harga yang ditawarkan pengembang adalah harga pas.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Namun demikian, Anda bisa juga tidak membeli rumah dari pengembang, tetapi dari orang yang sudah menempati rumah tersebut. Jadi, istilahnya adalah rumah bekas. Nah, untuk rumah seperti ini biasanya harga yang ditawarkan masih bisa dinegosiasikan. Karena itu, ada beberapa informasi yang sebaiknya Anda dapat sehingga Anda bisa lebih siap dalam melakukan tawar menawar harga dengan si penjual:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Cek apakah harga rumah yang ditawarkan penjual kurang lebih sama dengan harga rumah lain dengan kondisi yang sama dan di lokasi yang sama. Bila harga rumah di tempat lain tersebut lebih rendah, Anda mungkin bisa meminta si penjual menurunkan harganya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Verdana"&gt;•&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Cek juga kondisi rumah tersebut, apakah rumah itu memiliki sejumlah kerusakan yang tidak bisa tidak harus diperbaiki oleh Anda sebagai pemilik barunya nanti. Semakin banyak kerusakannya, posisi tawar menawar Anda bisa lebih kuat karena Anda bisa meminta si penjual menurunkan harga rumahnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-size:10.0pt;font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;•&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Cek juga sudah berapa lama rumah tersebut ditawarkan untuk dijual. Jika rumah itu sudah ditawarkan dalam waktu yang cukup lama, maka si penjual mungkin akan makin ingin menjual rumahnya dan mau menerima tawaran harga yang lebih rendah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-1801408965756325471?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/1801408965756325471/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=1801408965756325471' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/1801408965756325471'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/1801408965756325471'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/persiapan-membeli-rumah.html' title='PERSIAPAN MEMBELI RUMAH'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-8314404796707600206</id><published>2008-06-16T06:22:00.001-07:00</published><updated>2008-06-16T06:22:26.293-07:00</updated><title type='text'>BERKENALAN DENGAN KREDIT BANK</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Arial; color:black"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Dikutip dari&lt;/span&gt; &lt;span style="text-decoration:underline;"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:purple"&gt;Tabloid NOVA No. 684/XIV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Beberapa diantara Anda mungkin pernah membaca Komik Donal Bebek yang sangat terkenal itu. Dikisahkan Donal Bebek memiliki seorang paman yang kaya sekali bernama Paman Gober. Paman Gober adalah bebek yang luar biasa kayanya sehingga ia bisa membangun sebuah gudang yang sangat besar yang bisa digunakannya untuk menyimpan semua tumpukan uangnya, baik uang kertas maupun uang logam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial;color:black"&gt;Saking banyaknya uang yang dia miliki, tumpukan uangnya seringkali tampak menggunung sehingga Paman Gober yang digambarkan sebagai orang&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Arial"&gt;yang rakus - seringkali berendam di antara tumpukan uangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Tulisan kali ini tentu saja tidak akan membahas tentang Paman Gober dan tumpukan uangnya. Namun bila kita berbicara mengenai bank, bisa dikatakan sebanyak itu juga mungkin uang yang dimiliki oleh bank tempat Anda menyimpan uang. Meski begitu Anda tak perlu khawatir bank menumpuk semua uangnya di dalam satu gudang seperti Paman Gober itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Kebanyakan dari uang di bank itu adalah uang nasabah. Kalau bank menyimpan semua uang nasabah itu dalam satu tempat, berarti uang itu tidak produktif. Padahal, bank juga harus mencari pendapatan agar bisa membayar bunga tabungan dan deposito yang Anda simpan pada mereka, kan? Itu sebabnya, bank lalu &amp;quot;melemparkan&amp;quot; kembali sebagian besar uang masyarakat itu ke dalam bentuk pinjaman (kredit).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Sebagai contoh, kalau Anda menyimpan uang Rp 10 juta di deposito, maka bank berjanji akan memberikan bunga sebesar, misalnya 13 persen per tahun. Oleh bank, sebetulnya uang Rp 10 juta tersebut akan &amp;quot;dilempar&amp;quot; lagi ke masyarakat dengan cara meminjamkannya kepada mereka yang membutuhkan (seperti orang yang ingin membuka usaha atau ingin membeli suatu barang dengan cara kredit). Peminjaman ini disertai syarat pengembalian dengan bunga yang lebih besar dari 13%, katakanlah 18 persen.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Jadi kasarnya - bank akan mendapatkan penghasilan sebesar Rp 1,8 juta (bunga 18 persen dari Rp 10 juta), dan dari jumlah itu, sebesar Rp 1,3 juta-nya akan digunakan untuk membayar bunga deposito Anda yang besarnya 13 persen. Selisihnya yang Rp 500 ribu akan menjadi keuntungan bank. Tentu saja, keuntungan itu masih harus dikurangi lagi dengan biaya-biaya operasional bank seperti gaji karyawan dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Dapatkah Anda bayangkan ada berapa banyak dana bisa dipinjamkan oleh bank bila ada ribuan orang yang menyimpan uangnya di bank? Pada kenyataannya, bank tentu saja tidak melempar 100 persen uang nasabahnya ke dalam bentuk kredit. Ini karena setiap hari ada saja anggota masyarakat yang menarik simpanan uangnya di bank. Nah, kalau 100 persen uang nasabah dilempar dalam bentuk kredit, maka jika ada nasabah yang mau menarik uangnya bakal kesulitan. Itu sebabnya, bank pasti memiliki persediaan uang tunai agar selalu tersedia uang bagi nasabah yang ingin menarik simpanan uangnya di bank.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Persediaan uang tunai tersebut oleh bank akan disebar ke semua kantor cabang dan juga ke mesin-mesin ATM. Tentu saja jumlahnya dibatasi. Itu sebabnya penarikan uang di ATM seringkali dibatasi jumlahnya. Ada bank yang membatasi penarikan uang di ATM sebesar Rp 7,5 juta dalam satu hari, ada juga yang hanya Rp 5 juta dalam satu harinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Kalau Anda ingin menarik uang dalam jumlah yang lebih besar dari itu, Anda harus datang langsung ke loket kasir di bank.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Penarikan uang di loket kasir di bank biasanya tidak dibatasi jumlahnya (asalkan memang saldo Anda mencukupi). Hanya saja, karena dana tunai yang dimiliki bank biasanya &amp;quot;terbatas&amp;quot;, maka Anda biasanya harus memberi tahu dulu (biasanya sehari sebelumnya) bila hendak menarik dalam jumlah sangat besar. Ini supaya bank bisa menyediakan dulu uang tunainya. &lt;strong&gt;MACAM-MACAM PRODUK KREDIT&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Jadi pembaca, selain bisa MENYIMPAN uang di bank, Anda juga bisa MEMINJAM uang di bank. Karena itu, tidak ada salahnya bila Anda berkenalan lebih dulu dengan produk-produk pinjaman (kredit) di bank. Siapa tahu Anda kelak memang perlu meminjam uang dari bank sehingga tulisan ini mungkin bisa menambah pengetahuan Anda mengenai hal itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Motif meminjam uang di masyarakat berbeda-beda. Ada orang yang meminjam untuk modal membuka usaha. Ada juga orang yang meminjam untuk renovasi rumah, beli mobil baru, beli komputer dan lain sebagainya. Perbedaan motif inilah yang lalu membuat bank kemudian mencipta-kan berbagai macam produk pinjaman. Masing-masing produk dibuat untuk memenuhi tujuan yang berbeda. Pada dasarnya, ada tiga macam produk kredit. Yakni:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;1. Kredit Usaha 2. Kredit Konsumsi 3. Kredit Serba Guna&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Kredit Usaha&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span style="font-family:Arial"&gt;adalah kredit yang digunakan untuk membiayai perputaran usaha atau bisnis sehingga dapat menghasilkan sesuatu yang produktif, seperti usaha perdagangan, usaha industri rumah tangga, usaha jasa konsultasi, dan lainlain. Bila Anda memiliki usaha yang prospeknya kelihatan cukup cerah, Anda bisa datang kepada bank dan mengajukan permohonan untuk bisa mendapatkan pinjaman dana untuk usaha Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Sedangkan &lt;strong&gt;Kredit Konsumsi&lt;/strong&gt; adalah kredit yang digunakan untuk membeli sesuatu yang sifatnya konsumtif, seperti membeli rumah atau kendaraan pribadi. Dua kredit konsumsi yang biasanya cukup laris adalah Kredit Pemilikan Rumah (KPR) dan Kredit Kendaraan. Tentunya, karena uang itu oleh nasabah akan digunakan untuk tujuan konsumtif, maka risiko bagi bank bahwa nasabahnya tidak mampu membayar pinjamannya akan menjadi lebih besar sehingga pada umumnya suku bunga yang dibebankan kepada nasabah untuk Kredit Konsumsi akan lebih besar ketimbang bunga kredit untuk tujuan usaha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Selain dua jenis kredit tadi, ada pula &lt;strong&gt;Kredit Serba Guna&lt;/strong&gt;. Seperti tertulis di namanya, Kredit Serba Guna adalah kredit yang bisa digunakan untuk tujuan apa saja, bisa untuk konsumsi maupun untuk usaha. Nah, salah satu produk kredit serba guna yang sering dipasarkan adalah Kredit Tanpa Agunan. Agunan adalah nama lain dari Jaminan. Lo, bukankah meminjam uang dari bank biasanya harus pakai jaminan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Betul. Pada umumnya, bila Anda ingin mendapatkan kredit, Anda harus menjaminkan salah satu harta yang Anda miliki kepada bank sehingga apabila Anda tidak mampu mengembalikan pinjaman tersebut, bank akan menyita harta yang Anda jaminkan tersebut. Tentunya nilai Barang Jaminan itu harus lebih besar atau minimal harus sama dengan nilai uang yang Anda pinjam. Tapi pada produk Kredit Tanpa Agunan, Anda tidak harus menyerahkan Barang Jaminan kepada bank. Anda hanya disyaratkan untuk memiliki jumlah penghasilan tertentu setiap bulannya dan menyerahkan sejumlah bukti yang bisa menunjukkan bahwa Anda memang betul berpenghasilan sebesar jumlah yang disyaratkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Tentu saja, bagi bank bersangkutan, risiko gagal bayar dari nasabah akan menjadi lebih besar lagi karena bank tidak memiliki barang jaminan dari Anda dan bank juga tidak mengawasi akan digunakan untuk apa uang yang mereka pinjamkan kepada Anda itu (pada nomor-nomor mendatang kita akan membahas khusus tentang salah satu produk kredit tanpa Agunan yang sekarang sedang gencar dipasarkan di masyarakat).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Arial"&gt;Bagaimana? Tertarik untuk mencoba meminjam uang dari bank? Untuk konsumsi maupun untuk usaha, mungkin? Eit, nanti dulu. Untuk bisa meminjam uang, tentunya ada sejumlah syarat yang harus Anda penuhi. Pada nomor mendatang kita akan membahas apa saja umumnya syarat-syarat yang diminta oleh bank bila Anda ingin meminjam uang dari mereka.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-8314404796707600206?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/8314404796707600206/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=8314404796707600206' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/8314404796707600206'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/8314404796707600206'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/berkenalan-dengan-kredit-bank.html' title='BERKENALAN DENGAN KREDIT BANK'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-7092168375769548242</id><published>2008-06-16T06:20:00.011-07:00</published><updated>2008-06-16T06:20:48.364-07:00</updated><title type='text'>MEMANFAATKAN JASA PEGADAIAN</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Dikutip dari&lt;/span&gt; &lt;span style="text-decoration:underline;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana; color:purple"&gt;Tabloid NOVA No. 722/XIV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Suatu hari, Bu Broto datang menemui Bu Sri, tetangganya yang kebetulan memiliki sebuah toko. Ia bercerita tentang anaknya yang sedang terjerat hutang. Bu Broto membutuhkan uang Rp 8 juta secepatnya untuk melunasi hutang tersebut. Karena kalau tidak, orang yang dihutangi oleh anaknya itu mengancam akan berbuat nekat jika hutangnya tidak segera dibayar.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Dengan segala cara Bu Broto memaksa Bu Sri untuk meminjamkannya uang, bahkan ia berani menjaminkan Bukti Pemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB)-nya. Ya, Bu Sri memang punya uang Rp 8 juta di rekening banknya, tapi datangnya Hari Raya Lebaran sebentar lagi membuat Bu Sri tidak mau menggunakan uangnya untuk ia pinjamkan pada Bu Broto. Bagaimanapun Bu Sri telah berencana membeli baju dan sepatu baru untuk tiga anaknya. Juga membayar Tunjangan Hari Raya untuk karyawannya yang berjumlah 3 orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Ya, kebutuhan akan uang tunai terkadang menjadi kebutuhan yang segera pada waktu-waktu tertentu. Kita seringkali membutuhkan uang dalam jumlah besar ketika mendekati saat-saat anak mulai masuk sekolah, Lebaran, atau bahkan ketika anak kita akan menikah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Namun demikian, kebutuhan-kebutuhan tersebut ada kalanya tidak diimbangi dengan kesediaan uang tunai yang kita miliki. Seringkali&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;kita berpikir untuk meminjam uang dari saudara atau tetangga. Nyatanya, bukan tidak mungkin mereka juga sedang sama membutuhkannya dengan kita. Kalau begitu, kenapa Anda tidak coba datang ke pegadaian?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Sesuai namanya, Pegadaian adalah tempat di mana Anda bisa datang meminjam uang dengan barang-barang pribadi Anda sebagai jaminannya. Mungkin Anda masih ingat dengan slogan pegadaian saat ini, &amp;quot;Mengatasi Masalah Tanpa Masalah&amp;quot;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Kalau Anda meminjam uang tunai ke bank, selain Anda harus memiliki agunan, prosesnya juga bisa memakan waktu berhari-hari, karena pengajuan kredit Anda perlu dianalisa terlebih dahulu oleh bagian kredit di bank tersebut. Tapi di Pegadaian, Anda tinggal membawa barang pribadi Anda dan menunjukkannya di loket penaksir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Di loket penaksir tersebut barang Anda akan dinilai oleh petugasnya. Anda akan diberi tahu mengenai berapa nilai gadai dari barang Anda tersebut. Nilai gadai adalah nilai yang menggambarkan tentang berapa batas jumlah uang yang bisa Anda pinjam dengan menggunakan barang yang bersangkutan. Bila Anda setuju, maka setelah itu Anda tinggal datang ke loket kredit dan mendapatkan uang tunai yang bisa Anda pinjam, tentunya yang sesuai dengan nilai gadai barang Anda. Bagusnya, proses ini tidak memakan waktu berhari-hari. Di sinilah kelebihan pegadaian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Mudah memang, tapi tentunya semua itu tidak gratis lho! Artinya masih ada beban bunga yang harus Anda bayar setiap 15 hari kalau memang Anda berniat untuk menebusnya kembali. Beban bunga itu bervariasi, tergantung dari nilai pinjaman Anda. Untuk pinjaman Rp 5.000 hingga Rp 40.000 dikenakan bunga 1,25%. Untuk pinjaman Rp 40.100 hingga Rp 150.000 dikenakan bunga 1,5%, sedangkan untuk pinjaman di atas Rp 150.100 dikenakan bunga 1,75%.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Lalu bagaimana kalau nantinya Anda tidak mampu menebus kembali barang Anda tersebut? Pegadaian akan melelang barang tersebut. Lelang adalah proses penjualan barang di mana barang yang bersangkutan akan dijual kepada penawar yang berani membeli dengan harga tertinggi. Tentu saja lelang tersebut akan dilakukan dengan sepengetahuan pemiliknya. Jadi tenang saja, karena sebelum barang Anda dilelang, Anda akan diberi tahu terlebih dulu. Syukur-syukur kalau nilai barang Anda memang lebih tinggi dari pinjaman Anda. Karena selisihnya, setelah dikurangi bunga, akan dikembalikan kepada Anda. &lt;strong&gt;Jasa-jasa Lain&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Selain jasa pegadaian, ada 2 jasa lain yang juga ditawarkan oleh pegadaian. Mereka adalah :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;1.&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Penjualan Koin Emas ONH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Koin Emas ONH adalah emas yang berbentuk koin yang bisa digunakan untuk tujuan persiapan dana pergi haji bagi pembelinya. Anda tinggal membeli sejumlah koin emas ONH (yang tersedia dalam berbagai pilihan berat), baik sekali saja maupun secara rutin. Setelah koin emas ONH Anda dianggap mencukupi (biasanya sekitar 250-300 gram), maka secara otomatis Anda akan didaftarkan sebagai calon jemaah haji melalui Sistem Haji Terpadu (Siskoat). Selain untuk haji, namanya juga emas, Anda juga bisa membeli emas untuk tujuan investasi lain, dan tidak harus selalu untuk haji.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-list:l0 level1 lfo1; tab-stops:list 18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;2.&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;   &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Jasa penitipan barang&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bila Anda akan meninggalkan rumah dalam jangka waktu yang lama, kenapa Anda tidak menitipkan barang-barang Anda di Pegadaian? Ini karena Pegadaian juga memiliki jasa penitipan barang yang bisa Anda manfaatkan. Keunggulan yang dimiliki jasa penitipan pegadaian adalah, bahwa selain tarifnya sangat terjangkau (tanyakan kepada Kantor Pegadaian di dekat rumah Anda mengenai jumlah persisnya), barang-barang yang Anda titipkan juga dilindungi oleh asuransi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;BEBERAPA TIPS&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Ada&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;beberapa orang yang malu ke pegadaian entah karena memang tidak tahu apa-apa tentang pegadaian, atau karena selama ini banyak orang menganggap bahwa pegadaian hanyalah untuk orang-orang susah. Anggapan itu tidaklah benar, karena banyak juga orang-orang golongan menengah ke atas yang menggadaikan barang-barangnya. Ada beberapa tips yang perlu Anda perhatikan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;1. Hindari para calo&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Terkadang di beberapa pegadaian ada calo-calo yang suka menghadang Anda sebelum masuk ke dalam pegadaian. Biasanya mereka akan menawarkan jasa untuk membeli barang yang akan Anda gadaikan. Tolak saja, karena biasanya Anda akan dipaksa menggadaikannya dengan harga yang lebih murah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;2. Gadaikan barang yang nilainya menaik&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Karena barang yang Anda gadaikan harus disimpan di Pegadaian, ini berarti Anda tidak menikmati barang tersebut. Usahakan tidak menggadaikan barang-barang yang nilainya menurun, karena selain Anda harus membayar beban bunga, penurunan nilai barang tersebut juga menjadi kerugian Anda karena Anda tidak menikmatinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;3. Gadaikan barang-barang elektronik yang tidak dipakai&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Terkadang ada barang-barang elektronik yang tidak digunakan di rumah Anda, misalnya bila Anda memiliki TV lebih dari satu. Nah, daripada mubazir, kenapa Anda tidak menggadaikan salah satunya? Jadi, di samping mendapatkan uang tunai, beban listrik Anda akan berkurang karena kini tidak ada lagi dua teve yang digunakan secara bersamaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;text-indent:-18.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;4. Sekali-kali Ikuti acara Lelang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:18.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Secara rutin, pegadaian akan mengadakan acara lelang untuk barang-barang gadai yang tidak ditebus oleh pemiliknya. Terkadang barang-barang yang dilelang masih memiliki kualitas yang bagus tapi bisa didapatkan dengan harga yang relatif murah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;PEGADAIAN MENJELANG LEBARAN&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Apakah suami Anda (atau Anda) adalah pekerja atau karyawan di sebuah perusahaan? Bagi para pekerja ataupun karyawan perusahaan, biasanya setahun sekali akan mendapatkan Tunjangan Hari Raya (THR). THR ini besarnya bervariasi. Ada yang satu bulan gaji, dua bulan gaji, bahkan ada yang lebih, tergantung dari kebijaksanaan perusahaan. Dan biasanya, THR ini diterima pada saat mendekati lebaran. Bahkan ada yang diberikan sesudah hari Lebaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Banyak orang, karena mereka yakin akan mendapatkan THR, mereka banyak meminjam uang dengan cara menggadaikan barangnya di Pegadaian pada sekitar awal bulan puasa. Setelah mendapatkan THR, biasanya barang yang digadaikan akan segera ditebus. Uang hasil menggadaikan barang tersebut lalu digunakan untuk membeli kebutuhan pokok sebelum harga-harganya naik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Karena itu, Pegadaian biasanya menjadi ramai ketika mendekati Hari Raya Lebaran. Selain banyak orang yang menggadaikan barangnya untuk ditebus lagi ketika mendapatkan THR, Pegadaian juga sering dikunjungi masyarakat yang ingin pulang mudik ke kampung. Yah, daripada disimpan di rumah, banyak orang memilih untuk menitipkannya di pegadaian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bagaimana dengan Anda?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-7092168375769548242?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/7092168375769548242/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=7092168375769548242' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/7092168375769548242'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/7092168375769548242'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/memanfaatkan-jasa-pegadaian.html' title='MEMANFAATKAN JASA PEGADAIAN'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-617875092731470818</id><published>2008-06-16T06:20:00.009-07:00</published><updated>2008-06-16T06:20:45.630-07:00</updated><title type='text'>”BERANI”, MODAL AWAL ENTREPRENEUR</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Kami yakin, kalau entrepreneur berani memiliki visi, maka akan lebih dapat menciptakan kekuatan positif di dalam pikirannya. Sehingga nantinya akan lebih mampu meningkatkan kemampuan kerja dan kualitas hidup kita. Karena ini saya sangat yakin dengan ungkapan berikut ini: “Hati-hatilah dengan angan-anganmu, karena angan-anganmu itu akan menjadi kenyataan”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana; color:black"&gt;Presiden&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;RI&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;pertama, Ir. Soekamo, pernah bilang, “Gantungkan cita-citamu setinggi langit.” Visi itu memang bisa mensugesti orang. Dan, semua langkah kita akan kita arahkan kesana. Apalagi entrepreneur ini biasanya seorang pemimpi. Maka mimpi tentang perusahaan, mimpi tentang masa depan, tentu akan dapat mempengaruhi para pengikut yang dipimpinnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Anda “juru penerang”, mengusir gelapnya pikiran orang lain yang Anda pimpin. Ini prinsip kepemimpinan. Wirausahawan yang memiliki visi, adalah penerangan bagi para bawahannya, anggota “tim sukses”nya dalam bisnis. Wirausahawan dengan visi besar, merangsang terbangunnya atmosfir bisnis penuh kreativitas dan inovasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Bahkan orang meyakini, jiwa wirausahawan itu, dekat sekali dengan dunia pengkhayal. Apa susahnya, berkhayal? Berkhayal adalah aktivitas yang “murah”. Bagaimaan tidak, karena berkhayal tidak memerlukan fasilitas khusus, apalagi ongkos. Sekarang juga, Anda pun bisa berkhayal. Tentu saja, khayalan seorang wirausahawan, bukan sembarang berkhayal. Bahkan, di zaman susah, dengan tumpukan persoalan hidup yang harus dipikul, bisa membuat orang pun tidak berani berhkayal. Anda akan tercenung, kalau kami katakan, “Berkhayal pun, perlu keberanian!”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Mengapa? Khayalan yang memicu keberhasilan, atau minimal, keberanian berbuat dan berkreativitas, dihambat pandangan lama yang cuku berurat-akar dalam benak kita, bahwa orang sukses harus ditopang pendidikan dan gelar formal. Sebetulnya, keyakinan ini bisa dipatahkan dengan mudah. Misalnya, hadirkan saja, beberapa nama orang sukses yang lulus SMA pun, tidak. Sejumlah wirausahawan, memulai dari khayalan. Dan ia mulai kembangkan khayalannya, dari nol sampai akhirnya terwujud.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bill Gates mengimpikan, &lt;em&gt;personal computer&lt;/em&gt; akan tersedia di rumah setiap orang. Untuk merealisasikan mimpinya, ia &lt;em&gt;drop out&lt;/em&gt; dari studinya, memilih menekuni &lt;em&gt;Microsoft-&lt;/em&gt;nya. Ia berhasil. Kini, ia salah satu orang terkaya dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Michael Dell, punya impian menakjubkan: mengalahkan perusahaan komputer raksasa &lt;em&gt;IBM.&lt;/em&gt; Ia juga berhasil menjadi orang pertama yang memasarkan komputer pribadi dengan strategi &lt;em&gt;direct marketing.&lt;/em&gt; Usahanya yang dirintis tahun 1984 berhasil, penjualan &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Dell Computer&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; laris manis. Bahkan Dell dalam usia 34 tahun berhasil menjadi salah satu orang terkaya di Amerika Serikat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Contoh lainnya, Jeff Bezos. Mimpinya, menjadi pengusaha sukses di dunia &lt;em&gt;e-commerce&lt;/em&gt;, perdagangan melalui intemet. Meski baru tahun 1995, yaitu di saat usianya 30 tahun, ia &lt;em&gt;nyemplung&lt;/em&gt; ke dunia maya, mendirikan Amazon. com. Situs itu melejit menjadi situs paling banyak dikunjungi orang, untuk mendapatkan informasi atau membeli buku-buku bermutu dari seluruh dunia. Mimpinya terwujud. Ia pun tercatat sebagai miliarder di negeri Paman Sam itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Berani Mencoba&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Andai kita berani mencoba, dan kita lebih tekun dan ulet, maka pasti kegagalan tak pernah ada&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bisnis modern akan berhenti berputar kalau sikap berani mencoba itu lenyap. Memang, banyak orang yang gagal dalam usahanya, putus asa tanpa, tak berani mencoba lagi. Ini bukan bukan saja merugikan aspek materi atau finansial saja, tapi juga aspek psikologis. karena itu, sekalipun krisis, tetaplah menjadi entrepreneur dengan semangat kewirausahaan tinggi. Sesungguhnya tidak ada yang gagal dalam berbisnis, yang ada hanya karena ia berhenti mencoba, berhenti berusaha. Berani mencoba, lebih tekun dan ulet, kegagalan takkan pernah ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Beranilah mencoba. Sebab, tidak satu pun di dunia ini, termasuk di dalam dunia entrepreneur yang dapat menggantikan keberanian mencoba dengan bakat bisnis. Sebagus apa pun bakat seseorang, tidak akan sukses tanpa mulai mencoba. Bagaimana dengan kejeniusan seseorang? Juga tidak. Kejeniusan terpendam, sama saja dengan omong-kosong. Pendidikan terbaik? Juga bukan jaminan. Dunia ini sudah penuh dengan pengangguran berijazah sarjana. Dan ternyata, sekali lagi, keberanian mencoba dan mencoba itulah penentu kesuksesan bisnis kita.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Berani Merantau&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Keberanian merantau, membangun percaya diri dan kemandirian&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Ingat tragedi Sampit? Semua bersedih, karena sebagian pengusaha sukses etnis Madura, ikut hengkang dari Sampit, Kalimantan Tengah. Kami bukan menyoal tragedinya, tetapi dari aspek kewirausahaan. Madura dan Kalimantan, jelas bukan seperti antar rumah di sebuah kampung. Ini dua pulau yang berbeda dan berjauhan. Tapi, berapa banyak orang Madura yang masih kelahiran Madura, lalu merantau ke Sampit. Banyak, bahkan banyak sekali dan kemudian anak-turunnya lahir di Kalimantan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Sebagian dari mereka, sukses, meskipun awalnya dari nol. Kami hanya mau mengatakan, mereka “dari bukan apa-apa”, merantau, lalu sukses. Etnis lainnya yang fenomenal, orang Jawa asal Tegal. Ibukota saja, mereka taklukkan. Kalau mau menghitung jumlah warung “beridentitas daerah” paling banyak yang mana, jawabannya: Warung Tegal. Di sektor makanan rakyat, ada penjaja bakso keliling. Banyak di antara mereka, mengusung identitas daerah. Seperti bakso Malang , bakmi Wonogori, Pecel Lamongan, atau rumah makan Padang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Yang lebih fenomenal, dan ini juga lebih global, perantau Cina pun yang sukses di negeri yang mereka datangi. Bukankah Anda yang sering bepergian lintas daerah, pernah mendengar, transmigran petani Jawa atau bali, banyak yang sukses sebagai transmigran di Sumatera, atau Sulawesi? Sukses dalam usaha, juga disokong sebuah keberanian: merantau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Merantau, punya makna sosial tersendiri. Ia berarti “jauh dari keluarga” yang memicu terbangunnya jiwa kemandirian. Tak bergantung pada keluarga, berarti mulai melangkah menjadi dewasa. Di rantau, apalagi di lingkungan yang tak tahu siapa kita sebelumnya, Anda bisa menjadi pribadi yang baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Kebaruan ini, sarat tantangan. Merantau, menyadarkan kita apa kelebihan dan kekurangan kita karena kita dihadapkan pada kenyataan-kenyataan baru. Merantau, membuat seseorang relatif tangguh, karena diterjunkan dalam situasi serba baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Perantau, umumnya segan minta tolong. Di situlah, kemauan menjadi lebih termotivasi. Perantau, rata-rata enggan berutang budi. Justru, karena ia orang baru, seorang perantau cenderung menanam jasa untuk banyak orang. “Investasi sosial” ini, pada saatnya berbuah kebaikan. Siapa sangka, banyak orang yang menyukai kepribadian kita, bernagsur-angsur, menjadi pendukung setia langkah kita menganyam kesuksesan. Jadi? Cobalah merantau, temukan jatidiri Anda yang tangguh, kreatif, dan cerdik menangkap peluang&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Berani Gagal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Hanya orang yaug berani gagal total, akan meraih keberhasilan total.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;PERNYATAAN John. F. Kennedy ini ada benarnya. salah satu dari kami, membuktikannya. Gagal total, itu karier bisnis , Purdi E.Chandra dalam bukunya “Menjadi Entrepreneur Sukses” bertutur : “Akhir 1981, merasa tak puas dengan pola kuliah yang membosankan saya meninggalkan kampus. Saat itu saya pikir, gagal meraih gelar sarjana, tapi bukan berarti gagal mengejar cita-citanya. Tahun 1982, saya kemudian mulai merintis bisnis bimbingan tes Primagama, yang belakangan berubah menjadi Lembaga Bimbingan Belajar Primagama. Bisnis tersebut saya jalankan dengan jatuh bangun. Pada awalnya, sepi peminat, cuma dua orang! Saat ini, wow, peminatnya &lt;em&gt;membludak&lt;/em&gt;, sampai-sampai Primagama membuka cabang di ratusan kota, dan menjadi lembaga bimbingan belajar terbesar di Indonesia”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Dalam kehidupan sosial, memang kegagalan itu adalah sebuah kata yang tidak begitu enak untuk didengar. Kegagalan bukan sesuatu yang disukai, dan suatu kejadian yang setiap orang tidak menginginkannya. Kita tidak bisa memungkiri diri kita, yang nyata-nyata masih lebih suka melihat orang yang sukses daripada melihat orang yang gagal, bahkan tidak menyukai orang yang gagal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Maka, bila Anda seorang entrepreneur yang menemui kegagalan dalam usaha, jangan harap orang akan memuji Anda; orang di sekitar anda maupun relasi Anda akan memahami mengapa Anda gagal; Anda tidak disalahkan; semua sahabat masih tetap berada di sekeliling Anda; Anda akan mendapat dukungan moral dari teman yang lain; Ada orang yang akan meminjami uang sebagai bantuan sementara; Apalagi ini: bank akan memberikan pinjaman selanjutnya! &lt;em&gt;No way&lt;/em&gt;!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Mengapa gambaran seorang entrepreneur yang gagal, kami gambarkan begitu buruknya? Itulah masyarakat kita. Kita cenderung memuji yang sukses dan menang, dan mudah menghujat yang kalah dan gagal. Sebaiknya, setiap kita mulai mengubah budaya itu, beri kesempatan kedua bagi setiap orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Menurut pengalaman kami, apabila orang gagal, tidak ada gunanya murung dan memikirkan kegagalannya. Tetapi perlu mencari penyebabnya. Kegagalan seharusnya membuat enerpreneur sejati tertantang untuk menemukan kekuatan-kekuatan baru agar bisa meraih kesuksesan kembali. Tentu, kasus kegagalan dalam bisnis maupun dunia kerja, saat krisis ekonomi kian, memang banyak. Ribuan orang terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan kehilangan mata pencahariannya. Sungguh ironis, seperti halnya kita, suka atau tidak suka, setiap manusia pasti akan mengalami berbagai masalah, bahkan mungkin penderitaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Seorang entrepreneur, harus berani menghadapi kegagalan, dan memetik hikmahnya. Mungkin saja kegagalan itu datang untuk memuliakan hati kita, membersihkan pikiran kita dari keangkuhan dan kepicikan, memperluas wawasan kita, serta untuk lebih mendekatkan diri kita kepada Tuhan. Untuk mengajarkan kita menjadi gagah tatkala lengah. Menjadi berani ketika kita takut. ltu sebabnya, kita bisa sepakat pada pendapat Richard Gere, aktor terkemuka Hollywood,”Kegagalan itu penting bagi karier siapapun.”&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Mengapa? Banyak orang membuat kesalahan yang sama, dengan menganggap kegagalan sebagai musuh kesuksesan. Sebaliknya. kita seharusnya menganggap kegagalan itu dapat mendatangkan hasil. Ingat, kita harus yakin akan menemukan kesuksesan di penghujung kegagalan. tapi mengapa seseorang gagal dalam bisnis. Ada beberapa sebab umum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Pertama,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;kita ini sering menilai kemampuan diri kita terlalu rendah. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Kedua,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; setiap bertindak, kita sering terpengaruh oleh mitos yang muncul di masyarakat sekitar kita. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;Ketiga,&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt; biasanya kita terlalu “melankolis” dan suka memvonis diri terlebih dahulu, bahwa kita ini dilahirkan dengan nasib buruk&lt;em&gt;. &lt;strong&gt;Keempat,&lt;/strong&gt;&lt;/em&gt; kita cenderung masih memiliki sikap, tidak mau tahu dari mana kita harus memulai kembali suatu usaha. Dengan mengetahui sebab kegagalan itu, tentunya akan membuat kita yakin untuk bisa mengatasinya. Buat kita mengalami sembilan dari sepuluh hal yang kita lakukan menemui kegagalan, maka sebaiknya kita bekerja sepuluh kali lebih giat. Dengan memiliki sikap dan pemikiran semacam itu, maka akan tetap menjadikan kita sebagai sosok entrepreneur yang selalu optimis akan masa depan. Maka, sebaiknya janganlah kita suka mengukur seorang entrepreneur dengan menghitung berapa kali dia jatuh. Tapi ukurlah, berapa kali ia bangkit kembali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Berani Sukses&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Seberapa besar rezeki yang kita inginkan, itu sama dengan seberapa besar kita berani mengambil risiko&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;SUKSES adalah proses. Ia dicapai dengan pengorbanan. Salah satunya, tidak cengeng dengan kegagalan. Sukses, pikirkanlah sebagai keseharian Anda. Keyakinan bisa sukses, selalu dibangun setiap saat. Karena itulah, jangan biarkan Anda kehilangan motivasi untuk sukses, dan terus membangun keyakinan itu dalam sanubari.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Buanglah semua alasan, Anda gagal karena kelemahan dari diri Anda. Kurang cerdas, kurang &lt;em&gt;fit&lt;/em&gt;, sudah terlalu tua, dan segudang “rasa kurang”, bukanlah alasan Anda gagal. Sukses memerlukan keberanian tanpa henti, mempelajari kemunduran bisnis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Hadapkan setiap problem dengan perjalanan sukses wirausahawan lain yang serupa usahanya dengan Anda. Bahkan, Anda simak mereka yang gagal, dan temukan jawabannya mengapa dia gagal. Kesiapan pribadi seorang wirausahawan menghadapi perubahan, juga dipermantap. Jangan mudah dikejutkan perubahan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Pelajarilah kesuksesan orang lain, himpun semua “sebab-sebab sukses” itu, temukan kelebihan-kelebihan itu, dan mulai mencoba menyusun apa kelebihan Anda, apa kebaruan yang bisa ditelurkan dari proses membandingkan dengan usaha orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Seorang wirausahawan, adalah yang selalu “melek” dan “buka telinga” terhadap setiap peluang. Sukses wirausahawan, bukan sekadar “rezeki dari langit”, tapi juga kejelian membaca/menangkap peluang. Dan ini memerlukan stamina usaha yang tinggi. Jangan ketakutan lebih dulu, seakan-akan wirausahawan itu orang yang tidak pernah beristirahat. Tidak! Secara fisik, istirahat perlu, tapi sebagai wirausahawan, pikiran “tetap jalan” dalam arti, keseharian kita dibiasakan terus memikirkan, kebaikan-kebaikan apa yang bisa dibangun berdasarkan peluang yang kita hadapi setiap saat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Tidak ada orang yang bisa mendapatkan kenikmatan dari hidup yang terus merangkak-rangkak, kehidupan yang setengah-setengah. Sukses berarti hanya hal yang mengagumkan dan positif. Sukses berarti kesejahteraan pribadi: rumah bagus, keamanan di bidang keuangan dan kesempatan maju yang maksimal, serta berguna bagi masyarakat. Sukses juga berarti memperoleh kehormatan, kepemimpinan, dan disegani. Dengan demikian sukses berarti &lt;em&gt;self respect,&lt;/em&gt; merasa terhormat, terus-menerus merasa bahagia, dan merasakan kepuasan dari kehidupannya. Itu artinya, kita berhasil berbuat lebih banyak hal yang bermanfaat. Dengan kata lain, sukses berarti menang. Namun sayangnya, diera globalisasi seperti sekarang ini, tidak semua entrepreneur berani menyebutkan, bahwa dirinya telah mencapai kesuksesan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Menurut kami, sebagai wirausahawan, jangan segan Anda nyatakan: hari ini saya sukses. Dengan begitu, rasa percaya diri itu pun terbangun. Kepercayaan diri yang besar itu, membangkitkan semangat untuk meraih kesuksesan. Dan kesuksesan itu, juga berarti perlu dibagi kepada sesama pebisnis. Betapapun sibuknya wirausahawan yang sukses, dalam dirinya ada jiwa sosial saat diminta membantu wirausahawan lain yang belum sesukses dirinya. Yakinlah, dalam jiwa seorang wirausahawan sukses, ada keyakinan: Allah itu kekuatanNya besar yang mendorong umatnya, termasuk para wirausahawan, untuk tidak egois. Karena pribadi yang senang melihat orang lain “gagal melulu”, sejatinya sedang menanti gelombang kegagalan menerpanya. Jadi, beranilah berpikir sukses!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Berani Berbeda&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Munculkanlah keberanian berpetualang di zaman baru, kendati untuk itu kita siap membayar harga orang yang menertawakan, mengejek, dan mengkritik kita.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Mengapa orang menertawakan kita? Atau lebih enteng dari itu, mengapa orang meremehkan kita? Karena kita berbeda. Tapi, apa salahnya jika kita berbeda? Kenyataaannya, menjadi berbeda sudah terjadi sejak kita lahir. Setiap individu di dunia ini berbeda. Tak ada seorangpun yang 100 % sama dengan lainnya. Sidik jari kita cukup membuktikan fakta ini – tak ada dua sidik jari yang sama di dunia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Setiap orang dari kita berbeda – UNIK. Dan keunikan kita memisahkan kita satu dengan lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bila kita benar-benar ingin berhasil dalam hidup ini, munculkanlah bakat ini dari dalam diri, biarkan ia bersinar begitu terang. Orisinalitas gagasan, di mana Anda menampakkan “sesuatu yang baru dan terang”, akan membuat keberbedaan itu, memberi nilai lebih bagi pribadi Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:justify;text-indent: 22.0pt;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Lebih baik kita berani berbeda. Dan, perbedaan kita dari yang lain, adalah wujud ketekunan kita menjadi LEBIH BAIK. Seorang diri, menjadi lebih baik, di antara banyak orang yang berpikiran nyaris sama tentang suatu hal, lalu keberbedaan Anda, diterima banyak orang dan diterima dunia. Luar biasa, bukan.Mari, gunakan energi Anda menghasilkan perbedaan yang bertenaga. Perbedaan yang bernilai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;“Pengusaha swasta memainkan peran lebih besar dalam ekonomi dunia. Pengusaha kecil telah merampas multi miliaran dolar dari bisnis besar.”&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:right; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="right"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;John Naisbit&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-617875092731470818?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/617875092731470818/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=617875092731470818' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/617875092731470818'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/617875092731470818'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/berani-modal-awal-entrepreneur.html' title='”BERANI”, MODAL AWAL ENTREPRENEUR'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-4202567663351476902</id><published>2008-06-16T06:20:00.007-07:00</published><updated>2008-06-16T06:20:37.810-07:00</updated><title type='text'>KIAT MENGHITUNG MODAL USAHA</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana;color:black"&gt;Dikutip dari Tabloid NOVA No. 894/XVII&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana;color:black"&gt;Beberapa minggu lalu, ketika diwawancara di sebuah radio di Jakarta, saya ditanya oleh si pembawa acara: &amp;quot;Pak Safir, apa, sih, yang sebaiknya disiapkan untuk anak? Tabungan atau asuransi?&amp;quot; Keputusan untuk menyiapkan tabungan atau asuransi untuk anak seringkali membuat orang tua bingung. Tabungan dan asuransi memiliki fungsi yang berbeda. Tabungan adalah rekening yang kita buka di bank, tapi bisa kita ambil kapan pun. Sedangkan asuransi adalah proteksi yang diberikan oleh perusahaan asuransi kepada kita kalau kita mengalami risiko.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana;color:black"&gt;Sering kan kita bertanya kepada orang yang sudah membuka usaha: &amp;quot;Berapa sih modal yang Anda butuhkan dulu itu ketika membuka usaha Anda yang sekarang ini?&amp;quot;. Jawaban yang seringkali muncul adalah: &amp;quot;...sekian juta rupiah, atau sekian belas juta rupiah....&amp;quot; betul kan? Prinsipnya, ada angka yang keluar. Tapi, kalau Anda yang ditanya seperti itu, belum tentu Anda bisa menjawab. Karena umumnya ketika kita ingin menjalankan bisnis, banyak diantara kita yang tidak tahu bagaimana cara menghitungnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana;color:black"&gt;Nah, kali ini saya akan membagi rahasia kepada Anda tentang cara menghitung jumlah modal yang Anda butuhkan bila ingin memulai sebuah usaha.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Pada prinsipnya, dalam menjalankan usaha, hanya ada 3 jenis modal yang akan Anda keluarkan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;1. Modal Investasi Awal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;2. Modal Kerja&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;3. Modal Operasional&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Mari kita membahasnya satu per satu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;1.MODAL INVESTASI AWAL&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Apa sih yang dimaksud modal investasi awal? Ini adalah jenis modal yang harus Anda keluarkan di awal, dan biasanya dipakai untuk jangka panjang. Contoh-contoh modal ini adalah bangunan, peralatan seperti komputer, kendaraan, perabotan kantor dan barang-barang lain yang dipakai untuk jangka panjang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Kalau usaha Anda usaha bengkel motor, maka modal investasi awal Anda adalah bangunan, alat-alat perbengkelan, dan perabot lain yang dibutuhkan di bengkel tersebut. Kalau usaha Anda toko, maka modal investasi awal Anda adalah rak, meja, bahkan mungkin juga mesin kasir.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Biasanya, modal ini nilainya cukup besar karena dipakai untuk jangka panjang. Tetapi nilai dari Modal Investasi Awal ini akan menyusut dari tahun ke tahun bahkan bisa dari bulan ke bulan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;2.MODAL KERJA&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Ini adalah modal yang harus Anda keluarkan untuk membeli atau membuat barang dagangan Anda. Modal kerja ini bisa dikeluarkan setiap bulan, atau setiap datang order.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Sebagai contoh, kalau usaha Anda usaha tempat makan, maka modal kerja yang Anda butuhkan adalah modal untuk membeli bahan makanan. Kalau usaha Anda usaha pem buatan barang kerajinan, maka modal kerja Anda adalah uang yang Anda keluarkan untuk membeli bahan baku. Kalau usaha Anda adalah jasa fotokopi, ya modal kerja Anda uang yang Anda keluarkan untuk membeli kertas, tinta, dan lain sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Prinsipnya, tanpa modal kerja, Anda tidak akan bisa menyelesaikan order Anda atau tidak memiliki barang dagangan. Nanti, bisa-bisa Anda malah tidak akan dapat pembeli karena barangnya saja tidak ada. Itulah pentingnya modal kerja.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;3.MODAL OPERASIONAL&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Modal yang terakhir adalah modal operasional. Modal operasional adalah modal yang harus Anda keluarkan untuk membayar biaya operasi bulanan dari bisnis Anda. Contohnya pembayaran gaji pegawai, pulsa telepon bulanan, PLN, air, bahkan retribusi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Pos-pos dalam modal operasional ini pada setiap bisnis umumnya hampir sama. Ini karena pada prinsipnya, yang dimaksud dengan modal operasional adalah uang yang harus Anda keluarkan untuk membayar pos-pos biaya di luar bisnis Anda secara langsung. Jadi, Modal Operasional ini biasanya dibayar secara bulanan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Nah, bagaimana Bapak Ibu? Gampang, kan? Sekarang, Anda bisa menghitung sendiri, kan, modal yang harus Anda keluarkan untuk memulai usaha. Mudah-mudahan bermanfaat ya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-4202567663351476902?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/4202567663351476902/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=4202567663351476902' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/4202567663351476902'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/4202567663351476902'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/kiat-menghitung-modal-usaha.html' title='KIAT MENGHITUNG MODAL USAHA'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-8955770285655983012</id><published>2008-06-16T06:20:00.005-07:00</published><updated>2008-06-16T06:20:36.545-07:00</updated><title type='text'>TANPA AGUNAN TETAP BISA KREDIT</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana;color:black"&gt;Dikutip dari&lt;/span&gt; &lt;span style="text-decoration:underline;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana;color:purple"&gt;Tabloid NOVA No. 691/XIV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana;color:black"&gt;Masih soal kredit. Pada beberapa nomor yang lalu, kita telah membahas tentang produk-produk kredit di bank. Sekarang, saya akan membahas tentang produk kredit yang beberapa bulan terakhir ini cukup gencar dipromosikan: KREDIT TANPA AGUNAN.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana;color:black"&gt;Kita anggap saja Anda ingin membuka usaha yang berskala kecil, renovasi rumah, bayar uang muka kendaraan, atau bahkan untuk membeli komputer seperti permintaan anak Anda. Tapi Anda tidak punya uang. Padahal, keperluan tersebut di atas kelihatannya tidak bisa ditunda lagi. Kalau menunggu Anda mengumpulkan uang sedikit demi sedikit, mungkin keperluan tersebut baru akan terbeli satu dua tahun lagi. Wah, kelihatannya tidak ada jalan lain. Anda harus pinjam uang. Pinjam ke teman atau keluarga, wahgengsi dong.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana;color:black"&gt;Mungkin Anda pun mulai mempertimbangkan untuk mencari pinjaman ke bank. Kemudian Anda datang ke bank dan bertemu dengan petugasnya (petugas bank yang kerjanya mengurusi produk kredit dikenal dengan istilah account officer). Si petugas itu mengatakan bahwa kalau Anda ingin mendapatkan pinjaman dari bank, Anda harus melengkapi persyaratannya. Salah satu syaratnya adalah dengan menjaminkan harta yang Anda miliki seperti rumah dan mobil. Dengan demikian, kalau Anda kebetulan tidak bisa mengembalikan pinjaman, Anda bisa menyerahkan rumah atau mobil tersebut sebagai pengganti kredit Anda yang macet.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Anda lalu berpikir, wah saya sudah punya rumah dan mobil. Boleh juga nih, begitu pikir Anda. Oke deh. Anda lalu mengisi formulir aplikasi kredit yang diberikan bank kepada Anda. Anda mulai mengisi nama Anda, alamat, pekerjaan, termasuk nilai rumah atau mobil yang Anda miliki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Tapi tunggu dulu. Setelah diperiksa, ternyata pihak bank menyimpulkan bahwa rumah atau mobil yang Anda jaminkan ternyata nilainya dianggap tidak cukup atau tidak sebanding dengan jumlah uang yang ingin Anda pinjam. Apa yang terjadi? Pinjaman Anda ditolak. Wah, kecewa berat deh. &lt;strong&gt;AGUNAN JADI KENDALA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Susah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;amat ya? Yang punya rumah dan mobil saja belum tentu bisa mendapatkan pinjaman dari bank, apalagi yang belum punya. Perlu Anda ketahui, bahwa bila Anda ingin meminjam uang sebesar, misalnya Rp 70 dari bank, maka Anda tidak akan mendapatkan pinjaman itu bila harta yang Anda jaminkan cuma bernilai Rp 50. Bahkan kalau harta Anda tersebut nilainya Rp 70 juga, maka Anda tetap belum bisa mendapatkan pinjaman sebesar Rp 70 tersebut dari bank. Anda baru akan mendapatkan pinjaman itu kalau nilai jaminan Anda sekitar Rp 100. Jadi, nilai harta jaminan Anda harus lebih besar daripada jumlah uang yang Anda pinjam.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Selain itu, bank juga memiliki sejumlah pertimbangan lain dalam menilai jaminan Anda, seperti bagaimana kondisinya, lokasinya, nilai penyusutannya, keabsahan dokumennya, dan lain sebagainya sehingga secara keseluruhan dapat dikatakan bahwa harta yang Anda jaminkan tersebut tidak berisiko, cukup layak, dan bisa dijual dengan mudah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Situasi seperti itulah yang mungkin menjadi kendala buat sebagian dari mereka yang ingin meminjam uang dari bank, di mana mereka tidak memiliki harta yang &amp;quot;cukup&amp;quot; untuk bisa dijaminkan. Nah, disinilah bank lalu mengeluarkan produk kredit yang tidak mensyaratkan adanya jaminan, dan lebih bagus lagi kalau pinjaman tersebut bisa digunakan untuk tujuan apa saja. Produk kredit seperti ini disebut Kredit Tanpa Agunan (selanjutnya kita sebut KTA).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Wah, enak ya? Kita bisa pinjam uang tanpa perlu menjaminkan harta yang kita miliki. Betul, memang enak. Pada saat ini sudah ada beberapa bank yang mengeluarkan produk KTA. Sebagian dari Anda mungkin sudah sering melihat produk seperti ini diiklankan besar-besar di pinggir jalan, atau bahkan di media massa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;KTA dapat diajukan oleh siapa pun, baik karyawan, profesional, maupun wirausahawan. Termasuk Anda. Bedanya dari produk pinjaman biasa, nilai pinjaman Anda dibatasi. Ini karena tidak adanya harta yang dijaminkan sehingga otomatis risiko bank sebagai pemberi pinjaman akan semakin tinggi. Di sinilah biasanya nilai pinjaman pada produk KTA dibatasi, yaitu antara Rp 5 juta sampai dengan Rp 50 juta saja. Jangka waktu kreditnya juga dibatasi agar tidak terlalu panjang, yaitu antara 1 sampai dengan 3 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;KTA dapat Anda manfaatkan untuk tujuan apa saja. Anda bisa menggunakannya untuk tujuan konsumtif, seperti membayar biaya pendidikan anak Anda, membiayai pernikahan, atau merenovasi rumah. Di samping itu Anda bisa juga menggunakan KTA untuk tujuan produktif seperti membiayai modal awal suatu usaha, membeli persediaan barang dagangan, membeli mesin, membeli perlengkapan kantor, atau membiayai kebutuhan modal kerja lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Bisa juga Anda memanfaatkan KTA untuk melengkapi atau menutupi kekurangan dana dari pinjaman lainnya bila Anda memang memilikinya. Sebagai contoh, bila sebelumnya Anda memiliki pinjaman di bank di mana rumah Anda disertakan sebagai jaminannya, Anda masih tetap dapat mengajukan KTA. Yang penting penghasilan Anda (setelah dipotong biaya rumah tangga dan biaya lainnya, termasuk didalamnya biaya cicilan kredit bank yang sudah Anda miliki sebelumnya) masih cukup untuk membayar cicilan KTA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Atau bila Anda ingin membeli rumah baru secara kredit melalui KPR (Kredit Pemilikan Rumah), maka bank biasanya tidak akan membiayai seluruhnya. Ia akan meminta Anda membayar uang muka dari Anda sebesar sekitar 30%, dan sisanya dibiayai oleh bank untuk lalu Anda cicil. Nah, bila Anda tidak memiliki uang muka yang 30% itu, Anda bisa mendapatkannya dengan mengambil KTA.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Dengan demikian, KTA dapat memenuhi tujuan keuangan apa saja sehingga dapat digunakan dalam situasi dan kondisi kebutuhan Anda. Walaupun demikian, saya tidak menyarankan Anda mengambil KTA jika kebutuhan yang harus Anda biayai tersebut masih bisa dicukupi dengan dana Anda saat ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;KTA memang memberi Anda keleluasaan dalam mengelola keuangan Anda, tapi kondisi, persyaratan, dan sanksi yang menyertainya bisa dikatakan sama dengan produk pinjaman bank pada umumnya. Sehingga kendati lebih fleksibel, komitmen Anda akan sama besar dengan jika Anda memiliki kewajiban pada produk pinjaman lain yang menyertakan jaminan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-8955770285655983012?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/8955770285655983012/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=8955770285655983012' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/8955770285655983012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/8955770285655983012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/tanpa-agunan-tetap-bisa-kredit.html' title='TANPA AGUNAN TETAP BISA KREDIT'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-2756451424576879292</id><published>2008-06-16T06:20:00.003-07:00</published><updated>2008-06-16T06:20:35.251-07:00</updated><title type='text'>MEMINJAMKAN UANG KEPADA ORANG LAIN </title><content type='html'>&lt;div class="Section1"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana;color:black"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Dikutip dari&lt;/span&gt; &lt;span style="text-decoration:underline;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana; color:purple"&gt;Tabloid NOVA No. 713/XIV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Bu Broto sedang kebingungan. Baru tadi siang ia mendapat telepon dari saudaranya. Ada apa gerangan? Sederhana saja: saudaranya ingin pinjam uang. Jumlahnya mungkin tidak usah disebut. Tapi bagi Bu Broto, jumlah itu termasuk besar. Walaupun dia memang punya uangnya, tapi dia tidak suka dihadapkan dengan kenyataan bahwa dia harus meminjamkan uang kepada saudara dekatnya.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Di satu sisi, ia tidak tega membiarkan saudaranya terlibat dalam kesulitan. Tapi di sisi lain, ia takut uangnya tidak akan kembali. Ia tak sabar menunggu suaminya pulang dari kantor agar ia bisa secepatnya menceritakan kebingungan ini. Siapa tahu suaminya bisa memberikan masukan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Apakah Anda pernah mengalami situasi seperti yang dialami Bu Broto? Anda didatangi oleh teman atau saudara yang sedang membutuhkan pinjaman uang, tetapi Anda takut uang Anda tidak akan kembali. Tidak usah dipungkiri, kekhawatiran bahwa uang pinjaman itu tidak akan kembali memang menjadi pertimbangan utama kenapa Anda kadang ragu-ragu untuk meminjamkan uang bila ada yang ingin meminjam uang. Ya, kan? &lt;strong&gt;PERLUKAH MEMINJAMKAN UANG?&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Kalau kita punya cukup uang, sudah seharusnya kita menolong orang yang sedang kekurangan uang. Karena dalam hidup ini,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;tolong-menolong merupakan suatu keharusan. Kalau tolong menolong itu diwujudkan dalam bentuk tindakan sih oke-oke saja. Tetapi kalau dalam bentuk uang? Wow... nanti dulu. Lho, kok begitu?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Tidak bisa dipungkiri, terkadang niat baik kita menolong orang, sering membuat kita kerepotan sendiri. Giliran pinjam uang, mukanya memelas. Giliran ditagih, susahnya minta ampun. Janjinya mau dikembalikan dalam waktu sebulan, eh, ini berbulan-bulan juga belum tentu ada kabarnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Dan kesannya jadi kita yang harus mengejar-ngejar dia. Inilah yang membuat banyak orang sering ragu meminjamkan uang bila ada orang lain yang ingin meminjam uang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Sebetulnya wajar saja kok kalau teman atau saudara Anda datang kepada Anda dan ingin meminjam uang. Ini berarti dia menganggap - secara keuangan - Anda cukup mampu untuk meminjaminya uang. Jangan marah kalau ada teman atau saudara Anda yang datang kepada Anda. Kalau Anda sendiri yang sedang butuh pinjaman uang, Anda pasti akan datang ke orang yang Anda kenal terlebih dulu kan? Dan orang yang paling dekat dengan Anda, biasanya adalah saudara. Kalaupun teman, ya teman dekat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Tapi tak jarang hubungan bisa terputus karena masalah hutang-piutang. Malah, yang lebih ekstrem lagi, tidak menutup kemungkinan bisa terjadi pertengkaran hanya gara-gara hutang. Tentunya kita tidak ingin hal seperti itu terjadi kan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Karena itu, dibawah ini adalah beberapa tips yang mungkin berguna buat Anda bila ada orang lain yang ingin meminjam uang kepada Anda:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana"&gt;&lt;span style="mso-spacerun:yes"&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;1. &lt;strong&gt;Lihat dulu kondisi keuangan Anda.&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Kalau Anda punya uang, bukan berarti Anda sudah dapat menjadi bank bagi orang lain. Lihat dulu kemungkinan pengeluaran-pengeluaran keluarga Anda dalam beberapa bulan ke depan. Mungkin anak Anda perlu masuk sekolah. Mungkin bayi Anda akan lahir. Mungkin Anda akan keluar uang untuk ini, untuk itu, dan sebagainya. Jangan sampai ketika Anda membutuhkan uang, uang tersebut masih berada di tangan orang lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 13.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Kalau perlu, mungkin bisa juga Anda menganggarkan sejumlah uang untuk dipinjamkan. Artinya, walau tidak setiap bulan ada orang datang meminjam uang kepada Anda, tapi Anda bisa tetap berjaga-jaga kalau-kalau teman atau saudara Anda ingin meminjam uang tanpa Anda harus menolaknya karena Anda sudah memiliki dananya dan Anda menilai mereka memang pantas untuk dibantu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:-18.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;2. &lt;strong&gt;Teliti sebelum memberi&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Coba teliti dulu sebelum Anda meminjamkan uang kepada orang lain. Yang harus Anda teliti adalah &amp;quot;kemampuan orang tersebut untuk membayar kembali hutangnya&amp;quot;. Inilah yang juga dilakukan bank sebelum meminjamkan uang kepada nasabahnya yang ingin meminjam uang. Mungkin beberapa daftar pertanyaan berikut ini dapat berguna, ketika ada orang yang akan meminjam uang kepada Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:0cm;mso-list:l2 level2 lfo1;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New"'&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Siapa dia? Apa pekerjaannya? Apakah dia saudara atau teman?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:0cm;mso-list:l2 level2 lfo1;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New"'&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Untuk tujuan apa dia meminjam uang? Usaha atau kebutuhan hidup?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:0cm;mso-list:l0 level2 lfo2;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New"'&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Mendesakkah kebutuhan tersebut?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:0cm;mso-list:l0 level2 lfo2;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New"'&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Apa jaminan yang dijanjikannya? Apakah dia menjaminkan harta bendanya ataukah dia tidak menjaminkan apa-apa dan hanya punya janji lisan saja?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:0cm;mso-list:l0 level2 lfo2;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New"'&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Apakah dia punya riwayat meminjam uang kepada Anda atau orang lain? Bagaimana &amp;quot;nasib&amp;quot; hutang-hutangnya tersebut? Apakah hutang-hutang tersebut bisa dilunasinya atau tidak?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:0cm;mso-list:l0 level2 lfo2;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style='font-size:10.0pt; font-family:"Courier New"'&gt;o&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Kapan dia akan mengembalikan hutangnya? Apakah janjinya itu masuk akal atau tidak bila disesuaikan dengan latar belakangnya?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 13.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Dari daftar pertanyaan di atas, Anda bisa menilai sendiri apakah orang yang hendak Anda pinjami uang itu memang pantas untuk dipinjami uang atau tidak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;3. &lt;strong&gt;Buat Catatan&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Jangan segan-segan untuk membuat perjanjian tertulis di atas kertas bersegel, bila uang yang dipinjamkan itu mencapai jutaan rupiah. Atau kalau di bawah satu juta, mungkin kuitansi saja sudah cukup. Yang penting adalah bahwa Anda melakukan pencatatan. Yang perlu tercantum dalam perjanjian atau kuitansi tersebut adalah siapa yang meminjam, berapa yang dipinjam, untuk apa, dan kapan akan dikembalikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Dengan pencatatan yang rapi, Anda akan tahu kapan Anda harus menagih, dan berapa uang yang sudah Anda pinjamkan. Dan jika terjadi masalah dikemudian hari, catatan tersebut dapat membantu Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana"&gt;BILA PINJAMAN ITU SUDAH JATUH TEMPO&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Oke. Kita anggap saja Anda sudah meminjamkan uang kepadanya. Dan sekarang, kelihatannya sudah waktunya bagi orang itu untuk melunasi pinjamannya kepada Anda. Jika memang demikian, ada dua hal yang mungkin bisa Anda perhatikan:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:0cm;mso-list:l3 level1 lfo3;mso-layout-grid-align: none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-fareast-font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;&lt;span style="mso-list:Ignore"&gt;&lt;span style='font:7.0pt "Times New Roman"'&gt;                       &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt; &lt;span&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;1. &lt;strong&gt;Tagih dengan ramah&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 13.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Sesuatu yang dimulai dengan senyum akan berlangsung dengan mulus. Bila memang sudah waktunya orang itu untuk membayar, datanglah langsung ke rumah yang bersangkutan. Kenapa tidak lewat telepon? Karena ini untuk menunjukkan bahwa Anda benar-benar serius. Mulailah dengan ramah, tanyalah bagaimana usahanya, keluarganya dan sebagainya. Baru tagih dengan baik. Dan jika memang dia tidak atau belum mampu membayar, diskusikan dan pertimbangkan lagi apakah Anda perlu memberi keringanan untuk mencicil ataupun menunda pembayaran.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;text-indent:-18.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;2. &lt;strong&gt;Relakan sebagian&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Mungkin ini termasuk berat untuk dilaksanakan. Kenapa uang Anda harus Anda relakan sebagian? Sudah capek-capek mencarinya, eh malah diberikan begitu saja kepada orang.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Ya, kalau memang ternyata ongkos yang Anda keluarkan untuk menagih hutang itu lebih besar daripada nilai hutangnya, maka mungkin ada baiknya kalau Anda merelakan saja hutang tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="Section2"&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Sebagai contoh, uang yang Anda pinjamkan hanya Rp 100 ribu. Tetapi sudah berkali-kali ditagih, tetap saja orang yang Anda pinjami ini tidak mampu membayar. Bila Anda terus ngotot untuk menagihnya, besar kemungkinan ongkos yang Anda keluarkan akan lebih besar dari nilai hutangnya itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Tidak hanya itu. Secara psikologis, bisa saja Anda jadi pusing keliling karena memikirkannya, atau mungkin hubungan Anda dengannya bisa terputus. Jadi buat apa ngotot mengambil uang Anda yang Rp 100 ribu, kalau biaya menagihnya bisa lebih besar dari itu. Apalagi bila orang tersebut memang benar-benar tidak mampu, dan bukannya tidak mau.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;    &lt;p style="margin-top:12.0pt;margin-right:0cm;margin-bottom: 5.0pt;margin-left:0cm;mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Jadi, prinsip kita dalam menjadi &amp;quot;bank&amp;quot; disini adalah untuk menolong sesama. Semakin banyak Anda menolong orang, semakin banyak pula pertolongan yang akan datang kepada Anda. Tapi satu hal yang paling penting disini adalah: tolonglah orang lain tanpa pandang bulu, tapi jangan lupa untuk menolong dengan cara yang cerdas. Telitilah dan pertimbangkan baik-baik sebelum Anda meminjamkan uang kepada orang lain. Selamat mempertimbangkan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-2756451424576879292?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/2756451424576879292/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=2756451424576879292' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/2756451424576879292'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/2756451424576879292'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/meminjamkan-uang-kepada-orang-lain.html' title='MEMINJAMKAN UANG KEPADA ORANG LAIN '/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-8050865602372580173</id><published>2008-06-16T06:20:00.001-07:00</published><updated>2008-06-16T06:20:32.693-07:00</updated><title type='text'>TIGA LANGKAH JITU LUNASI KARTU KREDIT</title><content type='html'>&lt;p style="margin-top:12.0pt;text-align:center; mso-layout-grid-align:none;text-autospace:none" class="MsoNormal" align="center"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana;color:black"&gt;Oleh: Safir Senduk&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana;color:black"&gt;Dikutip dari&lt;/span&gt; &lt;span style="text-decoration:underline;"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana; mso-bidi-font-family:Verdana;color:purple"&gt;Tabloid NOVA No. 680/XIV&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana;color:black"&gt;Pada saat ini, kartu kredit sudah menjadi alat pembayaran yang cukup sering digunakan di masyarakat. Namun demikian, banyak diantara pengguna kartu kredit yang terjebak dalam pemakaiannya. Sebetulnya, tak ada masalah dengan kartu kredit itu sendiri. Yang jadi masalah disini adalah kalau pemakaian kartu kredit itu tidak sesuai dengan apa yang sudah disarankan, bahkan oleh penerbit kartu kredit itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana;color:black"&gt;Sekarang, apakah Anda adalah satu dari sekian orang yang punya masalah dengan pemakaian kartu kredit? Untuk mengetahuinya, lihat apakah salah satu kondisi dibawah ini mirip dengan keadaan Anda sekarang:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana;color:black"&gt;Saldo hutang kartu kredit Anda sudah mendekati batas. Anda selalu membayar tagihan kartu kredit Anda dari uang yang seharusnya digunakan untuk tujuan lain. Anda suka terlambat membayar tagihan. Anda ditelepon oleh bank penerbit untuk segera membayar tagihan, atau Anda didatangi oleh seorang yang ramah yang berprofesi sebagai debt collector. Anda menunda kunjungan ke dokter, menunda pembelian pulsa isi ulang, menunda ini dan itu, semua hanya karena anggaran keuangan Anda sangat ketat. Bila Anda di-PHK atau kehilangan penghasilan, maka Anda tidak akan bisa melunasi tagihan kartu kredit Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana;color:black"&gt;Jika salah satu dari kondisi diatas mirip dengan apa yang Anda alami sekarang, maka bisa jadi keuangan Anda sedang mengalami&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;masalah yang sangat serius. Karena itu, saya akan memberikan tiga langkah agar Anda bisa keluar dari hutang-hutang kartu kredit itu. &lt;strong&gt;LANGKAH 1 : BAYAR, BAYAR, BAYAR&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Suatu hari di bulan Januari lalu, seorang ibu muda bernama Tuti, 29 tahun, datang ke tempat saya dengan membawa persoalannya. Sebagian besar yang ingin ia bicarakan adalah masalah pengelolaan anggarannya, yaitu bagaimana mengatur pemasukan dan pengeluarannya (ibu muda ini punya penghasilan tidak sampai Rp 2 juta). Setelah itu, pembicaraan kami juga menyinggung mengenai masalah kartu kreditnya. Ia punya tiga kartu kredit, yang masing-masing memiliki saldo hutangnya sendiri-sendiri. Setiap bulan, ia biasa membayar minimum untuk masing-masing tagihannya. Pada saat ini saldo hutangnya sebesar hampir Rp 1,5 juta.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Apakah pada saat ini Anda punya uang untuk membayar semua itu?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Maksud Anda, bayar lunas, begitu?&amp;quot; tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Betul, bayar lunas.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Tuti ragu sebentar. &amp;quot;Yah, ada, sih.&amp;quot;, katanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Tapi?&amp;quot; tanya saya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Tapi itu.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Tapi apa?&amp;quot; tanya saya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Tapi nggak seberapa.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Oh, ya?&amp;quot; kata saya sambil melihat lagi ke jumlah tagihannya. &amp;quot;Berapa uang tunai yang Anda miliki sekarang?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Sekitar Rp 1 juta. Itu juga untuk persediaan dana cadangan.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Saya berpikir, kalau dia membayar tagihan kartu kreditnya dengan uang yang ada sekarang, maka ia tidak akan punya sisa untuk persediaan dana cadangannya. Dana cadangan sebesar Rp 1 juta saja tidak cukup besar, apalagi kalau uang itu masih dipakai untuk membayar tagihan kartu kredit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Begini saja&amp;quot; kata saya. Saya lalu mengambil sebuah kertas, dan membuat empat kolom. Pada kolom pertama, saya memintanya menulis nama dari masing-masing bank penerbit kartu kreditnya. Pada kolom kedua, saya minta ia untuk menulis jumlah yang masih menjadi hutangnya pada setiap kartu. Pada kolom ketiga, saya minta ia menulis berapa suku bunga yang dibebankan oleh masing-masing bank penerbit. Di kolom keempat, saya memintanya menulis berapa pembayaran minimal yang harus ia bayar pada setiap tagihan. Dibawah ini adalah hasilnya:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Bank Penerbit --- Saldo Hutang --- Suku Bunga --- Jumlah Pembayaran Minimal&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family:Verdana"&gt;Bank A --------------- 529.100 --------------- 2,75% --------------- 52.910 Bank B --------------- 717.513 --------------- 2,50% --------------- 71.752 Bank C --------------- 203.000 --------------- 3,10% --------------- 50.000 &lt;strong&gt;Jumlah ------------ 1.449.613 -------------------------------------- 174.662&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Pertama-tama, Anda bilang bahwa Anda tidak punya cukup uang untuk membayar tagihan ini secara lunas. Betul?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Betul.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Kalau begitu, kita akan mencicil saja,&amp;quot; kata saya. &amp;quot;Berapa penghasilan Anda setiap bulan?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Rp 1,8 juta per bulan.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Oke. Apa yang harus Anda lakukan sekarang adalah dengan menyisihkan jumlah uang tertentu setiap bulan, untuk digunakan membayar Tagihan Kartu Anda. Tentunya, jumlah itu harus lebih besar daripada jumlah yang harus Anda bayar untuk pembayaran minimum Anda.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Minimum saya Rp 175 ribu.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Kalau begitu, Anda harus menyisihkan jumlah yang lebih besar dari pembayaran minimum Anda. Ini supaya hutang Anda bisa cepat habis, sehingga Anda tidak akan terus menerus terkena bunga. Bukan begitu?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Tuti mengangguk. Disini ia setuju dengan saya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Berapa yang harus saya sisihkan setiap bulan?&amp;quot; tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Terserah Anda,&amp;quot; kata saya. &amp;quot;Dua ratus, tiga ratus, makin besar makin baik. Tapi saran saya, coba saja Anda sisihkan sebesar 30 persen dari penghasilan Anda.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Tuti berpikir sebentar. &amp;quot;Penghasilan saya sekitar Rp 1,8 juta sebulan.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Saya menghitung di kalkulator. &amp;quot;Tigapuluh persennya berarti Rp 540 ribu per bulan&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Hah!!???&amp;quot; Tuti melongo.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Besar sekali. Masak sebesar itu yang harus saya sisihkan untuk membayar hutang?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Anda mau cepat habis tidak hutangnya? Kalau hutang itu tidak cepat habis, Anda akan terus kena bunga. Kuncinya disini adalah bahwa hutang Anda harus dibuat makin kecil dan makin kecil.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Tuti berpikir sebentar. &amp;quot;Okelah&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Terus bagaimana pembagiannya?&amp;quot; kata Tuti lagi. &amp;quot;Apa saya harus bagi uang Rp 540 ribu untuk membayar semua kartu secara sama besar?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Tidak, Bu Tuti. Begini. &amp;quot; kata saya. &amp;quot;Pertama-tama, bayar semua kartu Anda secara minimal.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Tuti melihat lagi ke kertasnya. &amp;quot;Itu berarti, total adalah Rp 174.662.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Betul. Sekarang berapa sisanya? Rp 540.000 dikurang 174.662?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Tuti menghitung di kalkulatornya. &amp;quot;Rp 365.338&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Oke gunakan sisa uang Rp 365.338 itu untuk digunakan membayar kartu yang suku bunganya paling besar.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Lho bukan yang saldo hutangnya paling besar?&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Bukan, Bu Tuti. Yang suku bunganya paling besar.&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Tuti menoleh ke kertasnya. Kartu yang suku bunganya paling besar adalah yang di Bank C. Bunganya 3,10 persen per bulan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Kebanyakan orang mengira bahwa prioritas pertama harus ditujukan ke kartu yang saldo hutangnya paling besar. Sebetulnya tidak, prioritas pertama harus ditujukan ke kartu yang men-&lt;em&gt;charge&lt;/em&gt; suku bunga yang paling besar. Ini karena suku bunga adalah biaya yang harus Anda bayar. Jadi, wajar kalau Anda membayar kartu yang suku bunganya paling besar terlebih dahulu.&amp;quot; Kata saya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Tuti berpikir sebentar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Tapi kartu saya yang C ini saldo hutangnya adalah Rp 203.000. Padahal jatah sisa uangnya tadi Rp 365 ribu&amp;quot;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Masih ada sisa berarti,&amp;quot; kata saya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Dikemanain, nih, sisanya?&amp;quot; tanyanya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;&amp;quot;Untuk membayar kartu yang membebankan suku bunga besar berikutnya,&amp;quot; kata saya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Demikian pembaca. Tuti akhirnya bisa menghabiskan hutang kartu kreditnya dalam waktu empat bulan. Sebagai alternatif, bila Tuti ingin membayar kartu kreditnya secara penuh, ia juga bisa mencari aset lain yang ia miliki untuk bisa dijual, dan uangnya bisa digunakan untuk membayar hutang-hutangnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Jadi pembaca, bayar tagihan kartu Anda secara lunas. Kalau Anda tidak punya uang, cari aset apa yang bisa Anda jual untuk membayar tagihan itu. Ini karena tagihan Anda akan berbunga, dan bunga itu akan berbunga lagi. Begitu seterusnya. Semua aset yang Anda miliki harus digunakan untuk meringankan - bahkan menghapus - hutang Anda. Bila Anda tidak bisa membayar tagihan Anda secara lunas, maka anggarkan sekitar 30 persen dari penghasilan Anda setiap bulan, dan gunakan itu untuk membayar tagihan kartu kredit Anda secara minimal, dan gunakan sisanya untuk membayar kartu yang suku bunganya paling besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="font-family:Verdana"&gt;LANGKAH 2 : GALI LUBANG TUTUP LUBANG&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Bayar tagihan Anda dengan mengambil hutang baru. Ini populer dengan sebutan &amp;quot;gali lubang tutup lubang.&amp;quot; &amp;quot;Wah, Pak Safir nggak bener nih,&amp;quot; begitu mungkin pikir Anda. &amp;quot;Masak saya harus nutup utang dengan berhutang lagi pada yang lain,&amp;quot; begitu pikir Anda lagi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Saya ingatkan disini bahwa tujuan strategi &amp;quot;gali lubang tutup lubang&amp;quot; adalah untuk meringankan beban hutang Anda. Strategi ini tidak akan membuat saldo hutang Anda berkurang, tapi meringankan beban bunga yang harus Anda bayar. Jadi, strategi ini bisa digunakan tidak hanya dalam membayar hutang kartu kredit, tetapi juga dalam hutang-hutang Anda yang lain. Strategi &amp;quot;gali lubang tutup lubang&amp;quot; akan efektif asalkan ada dua syarat yang terpenuhi:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;1. Jumlah pinjaman Anda yang baru TIDAK LEBIH dari saldo pinjaman Anda yang lama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;2. Suku bunga dari pinjaman Anda yang baru HARUS LEBIH KECIL daripada suku bunga pinjaman yang saat ini sedang Anda bayar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Lihat, gali lubang tutup lubang tidak selalu jelek, kan? Dengan memenuhi kedua syarat tersebut diatas, maka Anda bisa meringankan beban hutang Anda. Begitu juga dalam pemakaian kartu kredit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Bagaimana prakteknya dalam pembayaran kartu kredit Anda? Kalau Anda punya saldo hutang kartu kredit, maka pada saat ini ada beberapa bank yang menawarkan jasa pemindahan saldo hutang dengan suku bunga yang lebih kecil. Dimana disini Anda bisa memindahkan saldo hutang kartu kredit Anda kepada bank tersebut, dan untuk selanjutnya Anda cukup membayar tagihan itu dengan suku bunga yang lebih rendah dibanding suku bunga pada kartu kredit Anda. Jadi, keuntungannya disini Anda akan mendapatkan 'pemotongan' suku bunga. Lumayan, kan?&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Tapi harus diingat bahwa strategi ini adalah cuma solusi sementara, dimana tujuan Anda adalah untuk meringankan beban hutang kartu Anda. Biar bagaimanapun, Anda tetap perlu membayar tagihan hutang Anda. Dan perlu diperhatikan juga, supaya jangan langsung percaya dengan suku bunga rendah yang ditawarkan oleh bank-bank tersebut. Perhatikan dan baca baik-baik penawaran yang diberikan oleh bank tersebut, sebelum Anda mengambil keputusan untuk memindahkan saldo hutang kartu kredit Anda. &lt;strong&gt;LANGKAH 3 : BAYAR SETIAP TAGIHAN DENGAN LUNAS, DAN ATUR PEMAKAIAN ANDA&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Disiplinkan diri Anda. Pada saat tagihan datang, dan Anda memang memiliki uangnya, bayar saja tagihan Anda secara lunas. Jangan biasakan tidak membayar tagihan Anda secara lunas. Bila Anda tidak membayar tagihan kartu Anda secara lunas, maka bunganya bisa 'membunuh' Anda pelan-pelan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Ingat, kartu kredit cuma sebuah cara untuk meminjam uang bank selama sekitar 25-30 hari. Setelah itu Anda tetap harus membayar secara tunai. Bila Anda bisa membayar tagihannya secara lunas, bagus. Tapi bila tidak, maka akan lebih baik bila Anda menghentikan dulu pemakaian kartu Anda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p style="margin-top:12.0pt;mso-layout-grid-align:none; text-autospace:none" class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family:Verdana;mso-bidi-font-family: Verdana"&gt;Tambahan lagi, kalau memang tidak kepepet sekali, jangan gunting kartu Anda. Ingat, ada suatu saat dalam kehidupan Anda dimana Anda berada dalam keadaan darurat, dan tidak punya uang tunai untuk membayar suatu transaksi. Mungkin malam-malam Anda perlu pergi ke ruang Gawat Darurat di RS. Disini kartu kredit Anda bisa berguna kalau Anda tidak membawa cukup uang tunai.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-8050865602372580173?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/8050865602372580173/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=8050865602372580173' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/8050865602372580173'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/8050865602372580173'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/tiga-langkah-jitu-lunasi-kartu-kredit.html' title='TIGA LANGKAH JITU LUNASI KARTU KREDIT'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-8309630851961051853.post-4458889158137597727</id><published>2008-06-06T21:25:00.000-07:00</published><updated>2008-06-06T21:26:35.580-07:00</updated><category scheme='http://www.blogger.com/atom/ns#' term='Modal Kecil'/><title type='text'>Usaha dengan Modal Kecil, Mungkinkah?</title><content type='html'>Memiliki sebuah usaha atau bisnis sendiri rasanya adalah imipian banyak orang saat ini. Namun, betulkah untuk memiliki sebuah usaha diperlukan modal yang besar? Pasti banyak yang akan menjawab, tergantung jenis usahanya. Lalu seberapa besarkah modal yang dianggap besar tersebut? Ini pun merupakan sebuah pertanyaan yang jawabannya bisa beragam. Salah seorang anggota Milis Dunia Wirausaha melemparkan sebuah pertanyaan ke forum beberapa waktu yang lalu. Pertanyaannya adalah "Usaha apa yg bisa dimulai dengan modal lima juta rupiah?" Ternyata pertanyaan ini ditanggapi oleh beberapa anggota milis dengan sikap yang berbeda. Ada yang menyarankan M.LM. Jenis usaha yang punya tantangan tersendiri terutama dalam memilah-milah mana M.LM yang "benar" dan mana yang sekedar money game dengan iming-iming tawaran income yang cepat dan besar. Beberapa orang menyarankan usaha franchise skala kecil seperti yang saat ini ditawarkan oleh sebuah merek bahan makanan terkenal, Bogasari. Saat ini Bogasari telah menawarkan berbagai jenis waralaba seperti kios jualan hambuger, mie, dll. Modalnya bervariasi tentunya, mulai dari delapan setengah juta keatas, dengan berbagai kemudahan kredit. Fresh Corn dan Burger Edam pun sempat menjadi usulan jenis usaha -- yang memerlukan pemikiran tempat yang strategis agar prospeknya bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kantor karena biasanya para pekerja kantoran ini tidak sempat sarapan di rumah. Syaratnya, jualannya harus pagi hari dan pilih kantor yang ada di ruko atau gedung-gedung kecil, karena biasanya administrasi akan lebih sulit untuk dapat berjualan di gedung-gedung perkantoran yang besar. Selain menjual makanan sarapan pagi, berjualan (atau menerima pesanan) makanan kecil menjelang akhir pekan ternyata menjadi salah satu masukan berharga lainnya. Misalnya mpek-mpek, brownies, makaroni panggang -- cocok sebagai pelengkap akhir pekan para pekerja kantoran atau ibu-ibu kantoran yang tidak sempat memasak. Disarankan untuk memberikan penawaran harga dan sample terlebih dulu, hari Rabu diharapkan pesanan sudah mulai masuk dan pada hari Jum'at makanan yang dipesan pun tinggal diantar. Diantara reaksi positif ternyata ada pula yang cenderung negatif dengan mengatakan bahwa dengan modal tersebut, kita tidak bisa terlalu berharap banyak. Betulkah? Ternyata banyak yang tidak sependapat. Kesimpulan dari beberapa masukan anggota Milis Dunia Wirausaha menyebutkan bahwa modal utama dalam membuka usaha adalah kemauan dan kerja keras. Justru, jangan berharap terlalu banyak dari usaha tersebut tanpa kedua hal ini. Namun adakah usaha yang betul-betul tidak memerlukan modal? Rasanya memang tanpa modal (uang) tidak mungkin bisa memulai usaha. Tetapi ada lagi sebuah masukan yang muncul saat diskusi ini berlangsung, tentang pendapat (atau ajaran) seseorang bahwa teori ini tidak berlaku bagi orang-orang yang 'nekat.' Ada pula yang menyarankan berjualan kue-kue basah ke kantor-relatif kecil, antara lain: -Tabunglah keuntungan yang kecil itu untuk menambah modal, agar usaha sedikit demi sedikit menjadi lebih besar. Setelah usahanya nampak propektif, pasti akan dilirik oleh investor ataupun perbankan untuk menawarkan pinjaman modal. -Membuat proposal tentang rencana usaha yang akan digeluti, sebagai alat yang bisa dipakai untuk meyakinkan orang lain yang mempunyai modal. Mungkin teman, pelanggan atau yang lain sebagai sumber permodalan yang bukan dari lembaga keuangan. -Hal ini penting, karena tidak semua permodalan dapat diperoleh dari perbankan bila kita akan memulai usaha. Ada juga orang yang memulai usahanya dengan modal dari orang lain, bisa dengan pola bagi hasil atau kerja sama dalam bentuk lain. -Dengan kreatifitas, yang belum tentu orang lain bisa melakukannya. Selamat mencoba dan jangan mudah berputus asa! Beberapa tips diberikan untuk bisa memulai usaha dengan modal&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8309630851961051853-4458889158137597727?l=modal-modal.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://modal-modal.blogspot.com/feeds/4458889158137597727/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=8309630851961051853&amp;postID=4458889158137597727' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/4458889158137597727'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/8309630851961051853/posts/default/4458889158137597727'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://modal-modal.blogspot.com/2008/06/usaha-dengan-modal-kecil-mungkinkah.html' title='Usaha dengan Modal Kecil, Mungkinkah?'/><author><name>Hoby memancing</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='http://img2.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>
